Pelaku Wisata Sambut Pelonggaran Kawasan Wisata

FESTIVAL PESONA SENGGIGI: Bupati bersama Ketua DPRD Lombok Barat berjalan melihat suasana Festival Pesona Senggigi yang dimulai dari Pantai Tanjung Bias Kecamatan Batulayar Lombok Barat. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Seiring menurunnya kasus Covid-19 dan status PPKM Level 1, Lombok Barat melongggarkan kawasan wisata. Pelonggaran kawasan wisata ini disambut gemira para pelaku wisata, terutama pelaku wisata di kawasan Senggigi. Meski begitu Pemda mengingatkan bahwa pelonggoran harus tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Pelonggaran ini ditandai dengan digelarnya event Festival Pesona Senggigi.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Saepul Akhkam, mengatakan, event Festival Pesona Senggigi adalah event yang digelar untuk menyambut World Super Bike yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika pertengahan November nanti.” Tidak hanya sebagai greetings untuk gelaran WSBK, lounching event Road to Festival Pesona Senggigi ini menjadi kabar kepada khalayak ramai tentang sekian banyak event yang akan kita selenggarakan di Senggigi,” kata Akhkam kemarin.

BACA JUGA :  Banyak Formasi P3K tak Terisi

Pemerhati pariwisata, Taufan Rahmadi, menyampaikan, kekuatan a recovery pariwisata ditentukan oleh bagaimana pemimpinnya benar-benar berpihak pada pariwisata.” Pentahelik nya berpihak pada pariwisata itu bagian daripada solidarity of survival, ada sinergitas dari semua pentahelik itu, kalau ini tidak ada tidak akan bisa,” ungkapnya saat diskusi pariwisata di Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk Kecamatan Batulayar belum lama ini.

Ia menyebut Lobar saat ini bisa dikatakan lebih berani mengambil langkah terlebih dahulu dibanding daerah lainnya, terutama saat dunia pariwisata masih berkutat dengan pembatasan kegiatan masyarakat dan refocusing anggaran daerah akibat Covid-19.” Lombok Barat saya katakan paling cepat recovery pariwisata.Di masa pandemi ini, bicara refocusing dimana-mana orang pusing, saya salut dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, bayangin saja Kementerian Pariwisata itu dipotong sampai 80 persen anggarannya dan Lombok Barat mulai menginisiasi dengan keberaniannya dengan 16 event yang diselenggarakan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Polisi dan Warga Tutup Lubang Tambang Emas di Sekotong

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, menyebut kunci keberlangsungan event-event pariwisata di tengah pandemi ini adalah kemauan, kebersamaan, komitmen dan konsistensi. “ Suasana pandemi ini benar-benar mengajarkan kita untuk menguatkan solidaritas. Kebersamaan pemerintah dan pelaku pariwisata saya kira menjadi basis alasan semua kegiatan ini sukses,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, menurut Fauzan, komitmen bersama untuk menjaga destinasi wisata juga menjadi hal yang sangat penting. “Tidak hanya dari pemerintah dan para pelaku pariwisata, namun juga dari masyarakat kita harapkan mempunyai komitmen bersama untuk menjaga, dari segi kebersihan hingga misalnya saat ini penerapan protokol kesehatan yang akan membuat pengunjung merasa nyaman saat datang,” lanjutnya.(ami)