Pelaku Tabrak Lari Diamankan Polisi

EVAKUASI: Warga bersama aparat saat melakukan evakuasi terhadap pelajar yang menjadi korban tabrak lari, Sabtu kemarin (16/1). (IST FOR RADAR LOMBOK)

PRAYA — Pelaku tabrak lari yang menewaskan salah seorang pelajar, Lila Navira Larasati, asal Dusun Jelojok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Sabtu (16/1/) lalu, sekitar pukul 13.30 Wita di jalan depan Toko Modes Kartini Dusun Jelojok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, akhirnya berhasil terungkap.

Akibat tabrak lari tersebut, pelajar berusia 17 tahun yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) itu langsung meninggal didepan rumahnya. Korban ternyata ditabrak oleh kendaraan truk yang dikemudikan oleh pria berinisial AS, 28 tahun, warga Dusun Prai Gunung, Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah. Pelaku kini juga telah diamankan pihak berwajib.

Kasatlantas Polres Lombok Tengah, AKP Donny Wira Setiawan menyatakan pihaknya tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang menelan korban jiwa itu. Pelaku memang sempat kabur, karena panik dan takut bakal dihakimi massa.

“Sopir berinisial AS, yang merupakan pengemudi Hino Dump Truk ini sudah kita amankan, sesaat setelah pihak keluarga melaporkan kejadian itu. Dia kita amankan dikediamannya,” ungkap Donny, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (25/1).

Donny menegaskan, setelah meminta keterangan dari berbagai saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Pihak kepolisian kemudian mendeteksi keberadaan pelaku dan langsung diamankan. “Memang yang menabrak ini langsung melarikan diri saat kejadian. Karena yang bersangkutan panik dan takut dihakimi oleh massa,” terangnya.

Pihaknya belum mengetahui secara detail posisi kendaraan saat terjadi tabrakan. Namun yang jelas, hasil gelar perkara dilakukan kepolisian, waktu kejadin korban keluar secara tiba-tiba dari rumahnya, dan posisi truk juga sopir kaget dan langsung menabrak. “Jadi korban terlindas, dan hari kejadian itu juga kita berhasil mengamankan sopir,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa banyaknya kasus Lakalantas ini tidak terlepas dari kelalaian masing-masing. Hanya saja memang pihaknya masih belum menetapkan sopir sebagai tersangka, dan statusnya masih diamankan. “Sekarang status masih kita amankan sampai hasil gelar perkara sudah memenuhi unsur nantinya. Dan sekarang statusnya masih saksi,” terangnya.

Disampaikan juga, bahwa saat kejadian, korban seorang diri mengendarai Honda Vario Tecno 150 dengan Nopol DR 4058 TT  warna hitam. Saat itu korban hendak menuju sekolahnya di SMA 1 Praya, dan akan keluar gerbang rumahnya. Akan tetapi korban terlalu keras menarik gas sepeda motor, sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan oleh korban, dan secara bersamaan dari arah barat menuju timur melintas kendaran truk dump.

Lebih jauh disampaikan, bahwa dari infomasi dan keterangan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Truk  terduga pelaku tabrak lari ini berwarna hijau dengan bak warna hitam. Petugas saat itu sempat melakukan pengejaran menuju jalur Praya-Kopang sesuai dari informasi warga yang menjelaskan arah truk itu, akan tetapi saat itu petugas kehilangan jejak. (met)