Pelaku Pembunuhan Sales Rokok Itu Ditangkap

PELAKU: Polres Lombok Tengah saat memperlihatkan Erfan Budiawan Sadik dan PAS, kedua pelaku pembunuhan Awan Hamzah, Kamis (4/2). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Erfan Budiawan Sadik tak pernah berencana akan menghabisi nyawa Awan Hamzah. Pemuda 20 tahun asal Dusun Aikmual Lauk Desa Aikmual Kecamatan Praya, itu awalnya hanya ingin bersenang-senang saja bersama korban.

   Erfan mengajak PAS, seorang temannya yang masih berusia 16 tahun asal Desa Jago Kecamatan Praya. Keduanya lantas pergi ke rumah Awan Hamzah di Dusun Batu Lumbung Desa Bujak Kecamatan Batukliang, sekitar pukul 17.00 Wita, Rabu (3/2). Ketiga sejak pukul 11.00 Wita, sudah berjanji untuk berpesta.

Erfan dan PAS kemudian membeli bahan-bahan kue untuk dinikmati bersama. Semua bahan-bahan itu adalah pesanan Awan. Di samping itu, Awan juga memesan sebilah pisau kater. Setelah kue jadi, ketiga sekawan itu menikmatinya bersama berem, minuman keras tradisional. Di tengah pesta, tiba-tiba Awan menawarkan hal yang tak terduga kepada Erfan.

Awan menawarkan hubungan kelamin sesama jenis. Tawaran Awan bukan tanpa imbalan. Erfan dijanjikan akan dikasih rokok plus uang. Tawaran Awan itu ternyata membuat Erfan tersinggung. Tapi hatinya masih bisa ditutupi. Ia sama sekali tak menunjukkan sakit hatinya. Apalagi, Erfan sudah mengetahui bahwa Awan memiliki kelainan jenis kelamin.

Cerita tentang asmara terlarang Awan diketahui dari PAS. Karena menurut cerita PAS, ia pernah melakukan hubungan seks sesama jenis dengan Awan. Erfan pun merasa jijik dan tersinggung. ‘’Katanya (korban, red) kalau saya mau, nanti dia mau kasih saya rokok. Saya disuruh sodomi tapi saya tidak mau. Kalau saya tidak pernah main tapi teman saya (pelaku lainnya PAS, red) yang pernah main sama dia,” beber Erfan Budiawan Sadik kepada wartawan, Kamis (4/2).

Di tengah larutnya pesta miras ketiga pemuda itu, tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu. Orang itu adalah tetangga Awan yang ingin membeli rokok. Maklum, Awan adalah seorang wirausaha. Ia adalah sales rokok, kopi, dan barang konsumsi sehari-hari lainnya. Pekerjaan itu sudah digelutinya sejak dua tiga bulan belakangan ini menggunakan sepeda motor.

Saat itu, Erfan dan PAS sempat menguping pembicaraan Awang dan tetangganya. Termasuk di mana ia menaruh uang jutaan rupiah jumlahnya. Dari sana kemudian timbul niat jahat Erfan dan PAS. “Dari sana timbul inisiatif membunuh. Saya pakai pisau kater yang disuruh beli sama korban. Saya sangat menyesal,” sesal Erfan.

Namun, eksekusi tak langsung dilakukan. Keduanya menunggu Awan sudah tidur lelap, baru kemudian melancar aksinya. Setelah merasa aman, PAS kemudian bertugas memegang kaki korban. Sementara Erfan memilih tugas sebagai jagal langsung. Erfan mengerat leher Awan menggunakan pisau kater pesanan korban sendiri. Keratan yang sangat parah. Ketika ditemukan terkapar, leher Awan nyaris putus dengan luka menganga. Darah bersimbah di sekujur tubuhnya. 

Setelah menumpas nyawa korbannya, Erfan dan PAS bergegas menguras barang berharga milik korban. Mulai dari rokok, uang, dan sepeda motor korban. Keduanya kemudian lari bersembunyi di Dusun Mong Desa Kuta Kecamatan Pujut. Paginya harinya, jenazah korban ditemukan tewas oleh ketiga temannya. Yaitu, Hairul Iman, 20 tahun, warga Dusun Penaban Desa Mertak Tombok dan Sahdani, 16 tahun, warga Dusun Lendang Tampel, dan H Kadir, yang merupakan kakak korban.

Ketiganya datang ke rumah korban sekitar pukul 07.00 Wita, Rabu (3/2) karena sudah berjanji bahwa korban akan menjemput mereka. Namun, hingga datang waktu yang telah disepakati, korban tak kunjung datang. Dihubungi via ponselnya, korban juga tak menyahut.

Karena itu, ketiga orang ini kemudian sepakat untuk datang menemui korban yang tinggal sendirian. Bau amis yang menyengat hidung sempat dicium ketiga saksi. Kecurigaan itu tersingkat ketika ketiganya masuk ke kamar korban. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat pemandangan mengenaskan di kamar korban.

Bercak darah bersimbah di sekitar kamar korban. Ketiganya kemudian menghampiri korban yang terlungkup. H Kadir kemudian membalikkan korban dan melihat lehernya nyaris putus. Ketiganya kemudian berusaha menghubungi kepala dusun setempat untuk menyaksikan peristiwa nahas itu.

Laporan tewasnya Awan kemudian sampai kepada polisi. Anggota Polres Lombok Tengah langsung menyelidiki kasus itu. Polisi memeriksa saksi-saksi, termasuk nota pembelian bahan-bahan kue. Dari sanalah ditemukan petunjuk bahwa kedua pelaku mendatangi toko untuk membeli bahan-bahan kue.

Polisi kemudian memburu pelaku dan menemukannya di Dusun Mong Desa Kuta sekitar pukul 19.30 Wita. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy DR 5741 UE, satu set pisau kater, dua HP Samsung Galaxy, uang tunai Rp 4.564.500, 6 bukus rokok LA, 2 vaselin, satu bungkus kantong bening dan satu buah tas pinggang.

Polisi sendiri setidaknya sudah memeriksa lima orang saksi, termasuk kedua pelaku. Motif sementara pembunuhan itu dilakukan karena ingin menguasai barang-barang korban. ‘’Kalau adanya kelainan (homoseksual, red) masih kita lakukan pemeriksaan. Sementara alat bukti kondom ini masih kita dalami. Untuk membuktikan ada kelainan maka nanti ada keterangan saksi ahli yang bisa menjelaskan,” terang Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Sigit Nugroho.

Untuk sementara, polisi menemukan keterangan bahwa antara korban dan pelaku sudah lama saling mengenal. Hal inilah yang membuat korban juga meminta tolong untuk membeli bahan kue dan membuat kue bersama. “Jadi pelaku intelektual sekaligus eksekutor adalah Erfan Budiawan Sadik, dan pelaku yang usianya di bawah umur memegang kaki,” terang Ersty.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal berlapis. Yaitu pasal 340 tentang pembunuhan berencana, kemudian 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman seumur hidup. (met)