Pelaku Pariwisata Khawatir Gelaran WSBK Ditunda

BERSIAP :Salah satu hotel di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika sudah menyiapkan hotel untuk menyambut gelaran event WSBK. ( LUKMAN HAKIM / RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pelaku pariwisata di NTB masih was-was menunggu keputusan pelakasanaan event World Superbike (WSBK) dari Presiden Joko Widodo. Baik itu, dari perhotelan, agen perjalanan, UMKM dan penyedia transportasi, masih ragu dengan kepastian WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok. Pasalnya, dikhawatirkan gelaran event akan mundur di tengah persiapan mereka menyambut event tersebut.

Hal tersebut dikhawatirkan oleh para pelaku pariwisata yang menanti gelaran event WSBK sebagai penggerak pariwisata. Sebelumnya mereka berharap besar pada event MotoGP, hanya saja gelarannya diundur pada 2022. Padahal, berbagai kesiapan sudah dilakukan.

“Kita sudah bersiap-siap, terus SK tidak ada, bagaimana teman-teman pelaku pariwisata,” kata Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Provinsi NTB, I Gusti Lanang Patra, Selasa (21/9).

Disamping itu, kata Lanang, ada regulasi yang juga harus dikeluarkan dan harusnya regulasi tersebut jangan berbelit-belit. Pasalnya, orang tidak akan ada yang mau datang ke gelaran event-event yang akan dilaksanakan. Bahkan persiapan menyambut WSBK sudah cukup bagus, terutama pada penyediaan kamar hotel dan restoran di NTB.

BACA JUGA :  Bukopin Syariah Buka Layanan di Mataram

“Kita di sini bisa dikatakan untuk persiapan sudah digarap, SK ini yang ditunggu. Teman-teman sudah siap, ditunggu-tunggu tapi malah tidak jadi. Karena ini tarik – ulur dari dulu terus – terusan begitu,” ungkapnya.

Lanang khawatir gelaran event akan mundur sama seperti MotoGP. Karena memang belum adanya persetujuan dari Presiden Jokowi untuk bisa Kawasan Ekonomi Khususu (KEK) menggelar event. Lantaran harus memenuhui syarat ditentukan, salah satunya realiasasi vaksin sudah 70 persen di sekitar kawasan.

“Kita berharap sekali supaya WSBK jadi dan tepat jadwalnya, sehingga semua teman-teman sudah siap. Kita kemarin rapat dengan teman-teman pariwisata dan MGPA,” imbuhnya.

Saat ini persiapan dari hotel sudah diangka 60 – 70 persen. Apalagi di kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) juga sudah siap. Karena ini peluang tentunya harus segera ditangkap. Lantaran menjadi harapan untuk bisa bertahan di tengah terjangan pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  16 Kecamatan di Lotim Dinyatakan Bebas Covid-19

“Kalau besok disuruh siap-siap, pasti akan siap. Bahkan mereka yang tutup sementara sangat berharap,” jelasnya.

Dikatakan Lanang, jika saja SK dari Presiden Jokowi tidak ada, tentunya pelaku pariwisata akan merugi. Karena awalnya investasi dengan membeli beberapa perlengkapan hotel masing-masing, tapi ternyata nantinya gelaran event WSBK ditunda.

“Persiapan lainnya yang mana mereka harus mengeluarkan modal. Nanti kalau mereka sudah keluar modal terus tidak jadi, malah merugi,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Provinsi NTB saat di konfirmasi pihaknya juga masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari presiden untuk bisa menggelar event WSBK. Namun, dipastikan gelarannya akan tetap terlakasana.

“Surat keputusannya  secara resmi belum ada, ini sedang kita tunggu. Masih rencana saja ini, sama-sama tunggu lah,” ujarnya. (dev)