Pelaku Pariwisata di Lombok Barat Mulai Divaksin

Salah satu pelaku pariwisata di Lombok Barat mendapatkan vaksin covid-19. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Kasus penyebaran covid-19 di Indonesia masih dibilang belum sepenuhnya terkendali. Di Lombok Barat (Lobar) sendiri, angka kasus covid-19 telah menyentuh 110 kasus dengan 60 kasus kematian.

Sektor kepariwisataan yang sebelumnya pernah vakum, kini sudah mulai menggeliat walaupun masih harus dengan menjalankan bermacam prosedur covid-19.

Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis untuk pemulihan ekonomi, maka perlu usaha ekstra untuk membangkitkan sektor ini agar kembali berjalan seperti sebelumnya. Salah satu usaha yang dilakukan Pemkab Lobar saat ini adalah dengan memberikan vaksin kepada para pelaku wisata.

Salah satu pelaku pariwisata di Lombok Barat divaksin. (IST/RADAR LOMBOK)

“Ada 110 vaksin yang saat ini diberikan untuk para pelaku pariwisata yang ada di Lobar. Terdiri dari pegawai hotel, restoran dan maskapai penerbangan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar H. Saepul Akhkam saat kegiatan vaksinasi di Rinjani Restaurant Kila Senggigi Beach Lombok, Sabtu (6/3/2021) pagi melalui rilis yang diterima Radar Lombok.

Dengan adanya vaksin kepada para pelaku pariwisata ini, Akhkam berharap akan mampu menunjukkan kepada dunia kepariwisataan bahwa Lobar benar-benar siap menuju kenormalan baru.

“Tidak hanya sebatas protokol kesehatan yang saat ini diterapkan secara ketat, tetapi juga dengan vaksinasi sebagai salah satu treatment melawan covid-19,” lanjutnya.

Untuk vaksinasi tahap ke-2 bagi para pelaku pariwisata rencananya akan dijadwalkan 14 hari kemudian setelah vaksinasi pertama diberikan. Terkait jumlah kuota pelaku yang diberikan vaksin, Akhkam berharap ada penambahan di tahap ke-2 nanti.

“Jika Lobar nanti mendapatkan kuota sebanyak 10 ribu vaksin, maka kita berharap 10 sampai 15 persen di alokasikan kepada pelaku pariwisata di Lobar. Bagaimana pun kita harus menyiapkan sumber daya manusia kita yang sehat dan siap melawan covid-19,” ucapnya.

Terkait jenis vaksin yang diberikan kepada para pelaku pariwisata pagi tadi, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar dr. Ahmad Taufiq Fathoni menuturkan, vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac.

“Ini vaksin yang pertama masuk ke Lombok Barat. Insyaallah vaksin ini aman karena kita di Lombok Barat telah melakukan vaksinasi total ke 2.300 nakes dan 700 layanan publik, lansia yang pernah kita vaksin (dengan vaksin ini) yaitu lansia yang berumur 67 tahun,” terangnya.

General Manager Svarga Resort Lombok, Ali Muhammad Yusuf mengaku sangat gembira karena para pelaku pariwisata bisa menjadi prioritas vaksinasi. Ia mengungkapkan dirinya tidak khawatir sama sekali dengan kontroversi vaksin yang menjadi isu hangat belakangan ini.

“Tidak khawatir sama sekali, saya juga gak terlalu mengikuti berita-berita seperti itu, setelah 30 menit saya sama sekali tidak merasa ada keluhan,” tutur Yusuf.

“Setelah divaksin, kita berharap agar para pelaku saat melakukan aktivitas kerja semakin tenang, kemudian tamu nyaman menginap, dan dampaknya akan mempengaruhi angka kunjungan yang semakin meningkat,” lanjutnya.

Berbeda dengan Yusuf, Elvira, salah satu karyawan dari Sudamala Hotel ini mengaku awalnya sedikit khawatir dengan isu-isu simpang yang ada.

“Awalnya saya sedikit khawatir, tapi setelah mencari info yang lebih banyak lagi tentang vaksinasi ini saya bisa merasa tenang dan bersedia untuk divaksin,” akunya. (*/RL)