Pelaku Pariwisata Berharap Perbaikan Infrastruktur Kawasan Senggigi

JALAN RAYA SENGGIGI: Kondisi ruas jalan raya di kawasan Senggigi yang perlu perbaikan, untuk dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata di Senggigi, Lombok Barat, yang kini cenderung meredup.(RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pelaku Pariwisata di Lombok Barat (Lobar) mengharapkan perbaikan infrastruktur jalan di Kawasan Senggigi. Perbaikan jalan ini untuk menghidupkan kembali pariwisata di Lombok Barat.

“Untuk kembali membangkitkan pariwisata Senggigi, maka infrastruktur harus diperbaiki, sehingga daerah Senggigi bisa lebih kompetitif dengan daerah lainnya,” Kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Suherman di Mataram, kemarin.
Meskipun masa pandemi covid-19 telah berubah status menjadi endemi sejak 21 Juni 2023 lalu, tetapi sampai saat ini Pariwisata di Kawasan Senggigi masih belum bangkit sepenuhnya.

Banyaknya event yang digelar di Senggigi pun belum mampu menghidupkan kembali pariwisata di NTB, terutama di Senggigi.
“Saya kira gini, mau dijajali oleh event apapun Senggigi ini agak sulit, kecuali infrastruktur yang harus diperbaiki. Kalau mau Senggigi ini jadi kompetitif dengan daerah-daerah lain, itu memang pertama infrastruktur yang di bangun,” ujarnya.

Menurut Suherman, infrastruktur yang harus diperbaiki adalah jalur lintas Senggigi menuju Pusuk. Kemudian jalan yang menghubungkan desa yang satu ke desa yang lain tidak menjadi jalan yang terisolir. Sebab masih ada 3 desa di Kecamatan Batu Layar yang belum memiliki jalan penghubung. Yakni Desa batu layar induk, Batu Layar Barat dan Senggigi.

“Ini yang nggak nyambung, kalau Meninting sudah nyambung ke Sandik, sudah ada jalannya. Dari sandik nyambung ke teloke desa seteluk bila mana ada traffic jump itu paling tidak ada jalur alternatif. Jadi orang tidak kesal, tidak jengkel,” terangnya.

Selanjutnya infrastruktur yang perlu diperhatikan adalah jalan utama atau sunset road Senggigi, mengingat jalan Meninting menuju Mangsit menyuguhkan panorama sunset. Sehingga diharapkan itu menjadi daya tarik bagi para tamu atau wisatawan yang berkunjung akan ke Lombok.
Terlebih memasuki bulan Desember ada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Sehingga itu menjadi harapan bagi semua pelaku usaha pariwisata di Senggigi, agar kunjungan wisatawan meningkat, baik dari segi perhotelan, restoran hingga tempat hiburan.

“Saya harapkan menjelang tahun baru ini akan ada perubahan. Tentunya harapan kita adalah orang orang yang staycation yang mau berlibur melihat suasana senggigi seperti apa disaat tahun baru. Memang masih berat, karena posisinya Senggigi ini kalau untuk hiburan posisinya di pinggir. Karena Kota Mataram sudah survive, sehingga apa yang mau dicari di Senggigi, kalau sudah ada di Mataram,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Suherman, menjelang akhir tahun ini, kunjungan wisatawan di Kawasan Senggigi mulai terlihat menununjukkan tren yang membaik. Tentunya ini menjadi pertanda yang sangat luar biasa bagi Pariwisata Senggigi menjadi midle high living atau pariwisata kelas menengah ke atas.

“Tinggal harapan kita dengan dibukanya infrastruktur seperti jalan, penerangan jalan yang bagus dan pelebaran jalan yang baik itu tentunya bisa mendorong pengusaha itu untuk membangun hotel-hotel yang kelas ekonomis, itu harapan kita jadi tidak menengah keatas saja tapi menengah kebawah pun bisa terakomodir,” tandasnya. (rat)

Komentar Anda