Pelaku Bank Syariah dan Wisata Halal Bersinergi

SEMINAR: IAEI Komisariat IAIN Mataram akan menggelar seminar nasional Kamis hari ini, terkait optimalisasi peran lembaga keuangan syariah dan wisata halal di Pulau Seribu Masjid. Tampak ketua Panitia, Dr Ridu'an Mas'ud, dan Dekan FSEI IAIN, Dr Musawar (YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Momentum pertumbuhan dan perkembangan positif dari Perbankan Syariah di Provinsi NTB harus dikombinasikan dan disinergikan dengan wisata halal. Terlebih Provinsi NTB umumnya, dan Pulau Lombok khususnya, telah memperoleh predikat destinasi wisata halal terbaik di dunia.

Karena itu, Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEN) Komisariat Kampus IAIN Mataram akan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Lembaga Keuangan Syariah dan Wisata Halal di Pulau Seribu Masjid”.

“Dengan seminar ini kita harapkan ada sinergitas dari pelaku perbankan syariah dan wisata halal untuk saling mendukung," kata Ketua Panitia, Dr. Ridu'an Mas'ud, kepada Radar Lombok, di Kampus IAIN Mataram, Rabu kemarin (23/11).

Seminar nasional itu akan diselenggarakan di Auditorium Kampus IAIN Mataram di Jalan Pendidikan. Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan pengukuhan dan pelantikan DPW IAEI NTB.

Peserta seminar nasional akan dihadiri sebanyak 300 peserta. Baik berasal dari civitas akademika Kampus IAIN Mataram, pelaku perbankan syariah, dan pelaku wisata halal. Sementara yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut, yakni praktisi dan tokoh keuangan syariah nasional, seperti Prof. Muhammad Antonio Syafi'i, Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri, Agus Sudiarto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, Dekan Fakultas  Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Musawar, M. Ag.

Dikatakan, lembaga keuangan syariah harus berperan aktif dalam mendukung pengembangan wisata halal atau syariah. Demikan pula pelaku wisata syariah harus berperan aktif mendukung pengembangan dan kemajuan keuangan syariah. “Ini ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dilepaskan, dan saling terkait," ucap Dekan III FSEI IAIN Mataram itu.

Momentum booming keuangan syariah harus bisa berimbas kepada wisata syariah. Apalagi mengingat perkembangan wisata syariah pesat di NTB, yang bahkan sampai meraih penghargaan. Sehingga harus didukung dengan terobosan dan inovasi dari pelaku keuangan syariah untuk menjadikan NTB sebagai pusat ekonomi syariah.

Sementara Dekan FSEI IAIN Mataram, Dr. Musawar, mengatakan, pihaknya ingin mendorong bagaimana nilai-nilai syariah, baik dalam perbankan dan pariwisata dapat berkembang melalui civitas akademika. “Peserta seminar ini pun banyak berasal dari Perguruan Tinggi lainnya di NTB," terangnya.

Melalui seminar ini diharapkan memperkuat dan mempererat pengembangan perbankan keuangan syariah dan wisata syariah di NTB, sekaligus mensosialisasikan hal tersebut kepada mahasiswa.

Menurutnya, civitas akademika maupun berbagai pihak lainnya harus memahami, bagaimana posisi Bank Syariah dalam berbagai jenis usaha, termasuk wisata halal. Terlebih Provinsi NTB dikenal sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia. “Kita ingin mendorong bagaimana nilai-nilai keislaman baik di perbankan Syariah dan pariwisata makin diperkuat. Sebab itu, sangat perlu keterlibatan semua pihak" imbuhnya.

Apalagi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam sudah memiliki program studi perbankan syariah, dan program studi wisata syariah. Meskipun program studi wisata syariah penerimaan mahasiswa baru pertama kali akan dilangsungkan pada tahun ajaran 2017/ 2018 mendatang. Namun pihaknya sudah memperoleh izin bagi program studi wisata syariah.

Pihaknya melihat prospek pengembangan perbankan syariah dan wisata syariah di NTB kedepan sangat menjanjikan. Karena itu perlu dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, handal, dan kapabel. “Ini salah satu tugas kampus untuk mempersiapkan SDM tersebut," pungkasnya. (yan/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid