Pelaksana Pembangunan Smelter, PT AMIN dan PT PIL Kunjungan Resmi ke Bupati KSB

KUNJUNGAN: Dua perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan smelter, PT AMIN dan PT PIL lakukan kunjungan resmi pertama ke Bupati KSB. (ist/radarlombok)

MATARAM–PT Amman Mineral Industri (PT AMIN) beserta PT Pembangunan Industri Logam (PT PIL) melakukan pertemuan dengan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M, Kamis (17/3).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara resmi kedua pihak utama yang akan melaksanakan pembangunan proyek smelter: PT AMIN sebagai pemilik proyek smelter dan PT PIL sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction).

PT PIL merupakan pelaksana konstruksi proyek smelter berkapasitas input 900 ribu ton konsentrat tembaga yang telah menandatangani kontrak dengan PT AMIN pada Desember 2021 lalu.

Perusahaan kontraktor ini bertanggung jawab atas berbagai jenis pekerjaan, antara lain desain, teknik, fabrikasi struktur dan instalasi, konstruksi sipil, komisioning, start-up, hingga peningkatan kapasitas desain pabrik, sesuai dengan tenggat waktu penyelesaian proyek.

Dalam pertemuan tersebut, Vice President Corporate Affairs PT AMIN, Aditya Mandala mengatakan bahwa dukungan dari Pemerintah KSB sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran konstruksi proyek smelter, yang dimulai dari pembangunan fasilitas akomodasi yang dapat menampung hingga 3.000 pekerja.

BACA JUGA :  Ribuan Karyawan Amman Mineral Ikuti Diklat Bela Negara

“Kami mengharapkan bantuan dari Pemerintah KSB dan aparat setempat dalam hal pengurusan sejumlah perizinan. Selain itu, kami juga berharap Pemerintah dapat membantu meakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait rencana pembangunan. Situasi yang aman dan kondusif akan sangat mendukung upaya kami untuk mengejar target pembangunan,” ujar Aditya dalam keterangan pers yang diterima radarlombok.

Dalam pembangunan camp akomodasi tahap awal yang akan berlangsung selama enam bulan ke depan ini, dibutuhkan sekitar 100 tenaga kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan, antara lain tukang kayu, tukang listrik, tukang batu, tukang las, serta lainnya yang dapat menunjang proses konstruksi tersebut.

Sementara itu, tenaga kerja untuk tahap konstruksi smelter dapat mencapai 2.700 orang, di mana angka ini akan menurun menjelang akhir konstruksi. Proses rekrutmen ribuan ini akan dimulai secara paralel dengan pembangunan camp akomodasi.

BACA JUGA :  Pembangunan Smelter Masih Dievaluasi

Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., memastikan bahwa Pemerintah KSB akan memfasilitasi PT AMIN dan PT PIL dalam berbagai hal yang menunjang kelancaran proses pembangunan, salah satunya adalah mengenai proses rekrutmen.

“Kami akan memastikan ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan juga melalui proses seleksi yang matang sehingga sesuai dengan persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk proses ini,” jelas Musyafirin.

“Pertemuan ini merupakan komitmen kami untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Kami sangat berharap bahwa proyek ini dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan, serta dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi ekonomi dan juga masyarakat lokal,” tutup Aditya. (RL)