Pelajar SMK Diajak Cari Aman Berkendara

Astra Motor NTB
CARI AMAN : Tim Safety Riding Astra Motor NTB saat memperagakan cara berkendara dengan aman dan nyaman saat di jalan raya kepada puluhan siswa SMKN 5 Mataram

MATARAMTim Safety Riding dari Astra Motor NTB memberikan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) kepada puluhan siswa SMK Negeri 5 Mataram, Kamis (23/1). Edukasi keselamatan berkendara dengan tagline khas Honda, #Cari_Aman dengan menyasar siswa SMK, karena sudah mulai cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

Sosialisasi ini disambut baik oleh kepala SMK Negeri 5 Mataram dan para siswa yang antusias mengikuti edukasi Safety Riding. Terlebih lagi, kasus kecelakaan lalu lintas kendaraan bermotor didominasi oleh kalangan pelajar. Oleh sebab itu, edukasi keselamatan berkendara di kalangan pelajar SMK sederajat, menjadi sangat penting sebagai upaya meminimalisir kasus kecelakaan.   

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB Sugian menjelaskan, dalam setiap berkendara di jalan raya, maka pengendara, sebaiknya menggunakan perlengkapan berkendara, yaitu helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Karena selama ini faktor penyebab terjadinya kecelakaan yang sering terjadi disebabkan tiga faktor. Diantaranya, faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor kendaraan.

Faktor manusia, bisa karena ketika sedang mengantuk atau tidak mematuhi peraturan lalu lintas disaat mengendarai kendaraan akan menyebabkan kecelakaan. Kemudian kondisi motor yang kurang baik, serta jalanan yang rusak berlubang dan jalan licin akibat hujan.

‘Tiga faktor ini menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya. Tapi didominasi faktor manusia,” ujar Sugian.

Selain Sugian juga mengajarkan teknik dasar berkendara, dilakukan praktik lapangan. Praktik berkendara meliputi penggunaan atribut keselamatan berkendara, pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, bagaimana teknik mengerem yang baik, cara menikung ditikungan yang benar dan menjaga keseimbangan tubuh saat berkendara.

Untuk mengerem yang baik terutama untuk motor model sport,  pengendara tidak boleh menggunakan rem depan saja atau rem belakang. Namun ketika ngerem, harus ada kolaborasi antara rem depan dan belakang, 70 persen harus menggunakan rem belakang dan 30 persen  menggunakan rem depan.

“Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Honda kepada para pengendara sepeda motor demi terciptanya masyarakat yang peduli terhadap keselamatan berkendara,” ucapnya.

Selain itu tim Safety Riding Honda juga mengajak seluruh peserta untuk mencoba langsung cara berkendara yang baik sekaligus melatih ketangkasan berkendara melalui praktik slalom dan papan keseimbangan. Praktik berkendara yang baik dan aman yang diikuti oleh para siswa ini bertujuan untuk melatih ketangkasan juga melatih mental keberanian siswa agar mampu dan berani tampil di depan umum. Para peserta yang terbaik akan memperoleh hadiah menarik dari team Safety Riding Honda Astra Motor NTB.

“Atribut keselamatan berkendara khususnya generasi muda bahwa perlengkapan berkendara tidak hanya dapat melindungi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup,” ujarnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid