Pelajar, Guru, Dosen dan Kades Terjaring Mesum

MATARAM – Menjelang   pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-26 yang akan dibuka mulai 30 Juli, Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Provinsi NTB bersama Pol-PP Lombok Barat menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) Jumat kemarin (22/7).  Ditemukan puluhan pasangan mesum yang berstatus pelajar, mahasiswi, dosen, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga Kepala Desa (Kades).Kasat Pol-PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta mengungkapkan, pihaknya telah menyisir sekitar 20 home stay yang ada di wilayah Suranadi dan Lingsar Lombok Barat. "Kita jadi tuan rumah MTQ,  harus jaga nama baik daerah. Kok malah mereka mesum orang-orang ini," ujar Dirjaharta.

Disampaikan, pelajar yang diamankan adalah seorang siswi di Kota Mataram. Ada juga mahasiswi yang diamankan bersama dosennya, kemudian salah seorang guru PNS yang mengajar di Cakranegara. Bahkan parahnya lagi, seorang Kades dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditangkap karena kedapetan mesum di Home Stay.

Dari pasangan mesum yang berhasil diamankan, ditemukan 3 orang yang memang Pekerja Seks Komersial (PSK). "Semua yang berhasil kita amankan ini orang NTB, tidak ada orang luar daerah. Mereka ada yang dari Lombok Tengah, KLU, Lobar dan juga Mataram," ungkap Dirjaharta.

Operasi kali ini terang Dirjaharta, sebagai upaya Pol-PP untuk menjaga nama baik daerah. Bersih-bersih sangat penting dilakukan menjelang MTQ. Pasalnya, apabila pasangan mesum masih ada saat MTQ maka nama baik daerah akan rusak dan menjadi tamparan keras.

BACA JUGA :  Pengemis Terjaring Razia, Petugas Amankan Jutaan Rupiah

Langkah selanjutnya yang akan diambil Pol-PP, segera memberitahu pihak keluarga. Namun mengingat yang terjaring razia ada pelajar, mahasiswi, dosen, PNS dan juga Kades, akan diambil tindakan lebih serius lagi. "PNS guru itu tentu kita akan surati Dikpora dan juga BKD, kalau Kades dia terancam bisa diberhentikan karena berbuat mesum. Begitu juga dengan dosen, pelajar dan mahasiswi akan kita tindaklanjuti," katanya.

Menurut Dirjaharta, NTB menjadi daerah wisata halal bukan hanya pada makanan saja. Tetapi juga pola hidup dan tempat penginapan harus terbebas dari perbuatan mesum. Malu donk kita sebagai daerah tujuan wisata halal tapi yang beginian masih marak. Apalagi pelakunya malah yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik," ucap Dirjaharta.

Dalam operasi kali ini, aparat menemukan pasangan mesum lansung di home stay. Ada yang akan mulai main (mesum – red), ada yang baru selesai main dan ada juga yang sedang main ditemukan aparat.

Kejar-kejaran juga sempat terjadi karena beberapa pasangan mesum berusaha melarikan diri. Selain itu, diamankan pula Minuman Keras (Miras) pada lokasi razia. "Tolonglah kita minta kepada masyarakat, jaga nama baik daerah kita. Jangan lagi ada yang jual miras atau berbuat mesum. Kan kita ini daerah wisata halal, makanya kita akan lakukan razia, " himbaunya. (zwr)