Pelajar Diimbau Tak Mainkan Pokemon Go

MATARAM – Kemunculan aplikasi game baru Pokemon Go beberapa hari belakangan ini mulai mewabah di kalangan pelajar dan masyarkat umum khsusnya kalangan remaja di Kota Mataram dan NTB pada umumnya.

Mewabahnya permainan  Pokemon Go ini di kalangan pelajar sudah mulai dikhawatirkan oleh lembaga pendidikan di NTB. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Muhammad Fauzan angkat bicara.

Fauzan mengimbau kepada pelajar untuk tidak memainkan game Pokemon Go karena bisa berdampak buruk terhadap perkembangan anak didik yang lebih memikirkan game tersebut daripada belajar.

“Kami telah bertemu dengan beberapa kepala SMA dan SMK di Kota Mataram agar mengingatkan siswanya tidak memainkan game Pokemon Go ini karena bisa berdampak buruk terhadap peserta didik,” kata Muhammad Fauzan  Selasa kemarin (19/7).

 Bahkan pihaknya di Dinas Dikpora NTB sudah mulai menyusun surat edaran imbauan yang akan dikirim ke Dinas Dikpora kabupaten/kota agar meminta kepada kepala sekolah utamanya jenjang pendidikan menengah SMA dan SMK memberikan pencerahan terkait dampak buruk bermain Pokemon Go tersebut.

Di Kota Mataram sendiri, pelajar SMA sederajat bahkan orang dewasa mulai terjangkit dengan permainan Pokemon Go tersebut. Seperti yang terlihat di Taman Sangkareang yang diyakini oleh para penggila game Pokemon Go ini terlihat berjalan sambil memandangi smartphone mereka untuk mencari bola di dalam game Pokemon Go tersebut. Begitu juga di jalan raya, para penggila game pokemon terlihat melototi ponsel cerdas mereka untuk mencari keberadaan dari Pokemon Go tersebut.

Game Pokemon Go tersedia di smartphone untuk platform Android dan iOS. Keseruan yang ditawarkan dalam game terbaru ini yakni mengajak para pengguna untuk menangkap Pokemon di berbagai lokasi dunia nyata dan tersembunyi.Cara memainkan game Pokemon Go yakni akan mengajak pemain berpetualang di dunia nyata untuk menangkap monster dan dunia Pokemon terlihat di layar perangkat pintar. Dalam layar smartphone akan terlihat berbagai animasi dan objek 3D berupa monster Pokemon.

Menurut Fauzan, peran kepala sekolah dan guru sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada peserta didik mereka agar tidak memainkan Pokemon Go paling tidak disaat jam sekolah.

“Kita berharap siswa lebih memanfaatkan teknologi informatika itu dengan hal yang positif dalam pengembangan ilmu pendidikan dan peningkatan kualitas mutu,” harapnya.

Persoalan ini juga jadi atensi Dinas Dikpora Kota Mataram. Kadipora Kota Mataram, H Sudenom mengatakan, melarang pelajar  di Kota Mataram bermain game Pokemon Go. Hal itu agar pelajar tidak kehilangan konsentrasi dalam belajar.   ‘’ Sangat tidak etis kalau malam kelayapan di jalan-jalan hanya untuk cari  Pokemon Go, lebih baik mereka belajar,’’ ucapnya.

Sudenom  menambahkan, pihaknya saat ini telah mengimbau kepala sekolah se-Kota Mataram untuk mengendalikan siswanya agar tak terpengaruh permainan ini.  “Untuk siswa SMA, SMK  diperbolehkan membawa telepon genggam. Tetapi saat di sekolah, aplikasi game harus tidak ada dan koneksi internet harus dimatikan,”  tegasnya.

Terpisah Ketua MKKS SMA Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali meminta orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. ‘’ Butuh pengawasan bersama, bukan hanya disekolah,’’ katanya. (luk/dir)

BACA JUGA :  Wali Kota Larang PNS Main Pokemon Go