Pelajar Diduga Dicabuli Dukun hingga Hamil

AKP I Putu Agus Indra Permana (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Salah seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lombok Tengah asal Desa Montong Terep, Kecamatan Praya diduga menjadi korban pemerkosaan salah seorang dukun yang diketahui berasal dari Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat. Akibatnya, saat ini korban diduga dalam keadaan hamil.

Informasi yang diterima Radar Lombok bahwa kasus pencabulan yang menimpa gadis 17 tahun ini bermula saat korban mendatangi dukun tersebut untuk mencari obat. Korban saat itu mau mencarikan orang tuanya obat agar orang tuanya kembali akur. Karena diketahui jika orang tua korban berkonflik atau broken home.

Hanya saja belum diketahui secara pasti bagaimana korban dicabuli, karena informasinya korban tidak sadarkan diri saat bersama dukun. Namun korban tiba-tiba diketahui hamil pada bulan Januari lalu. Sehingga kasus tersebut terbongkar dan pada Sabtu kemarin (26/6) dugaan pencabulan itu dilaporkan ke Polres Lombok Tengah.

BACA JUGA :  Polisi Pringgabaya Kejar Pelaku Pembegalan Siswa SMA

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus pencabulan yang diduga pelakunya seorang dukun. Hanya saja pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan yang detail, karena pihaknya masih melakukan pendalaman dan terduga pelaku belum dilakukan pemeriksaan. “Sudah kita terima laporan dan sudah kita tindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan kelaurga korban. Kita juga akan melakukan visum atau mengecek untuk memastikan korban apakah benar dalam keadaan hamil. Karena memang informasi awal jika korban mengecek lewat taspack,” ungkap Putu Agus, Senin (28/6).

BACA JUGA :  Pencuri Tas Warga Belanda Diamuk Warga

Pihaknya belum mengetahui secara detail kapan kasus pencabulan ini terjadi. Hanya saja memang korban mengetahui dirinya hamil pada Janwari lalu. Saat itu bermula saat korban mencarikan orang tuanya obat, agar orang tuannya bisa berdamai. “Kita belum mengetahui bagaimana motifnya. Yang jelas kita sudah tangani permasalahan ini,” terangnya.

Agus menegaskan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pendamping sosial untuk mendampingi korban. Belum diketahui secara pasti apakah korban juga saat ini positif hamil atau tidak. Karena memang semua itu butuh bukti dari tim medis. “Karena korban saat itu mengecek dengan taspack. Makanya kasus ini masih kita dalami dan kita masih belum melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku,” terangnya. (met)