Pelajar dan Mahasiswa Antusias Kunjungi Pameran Museum Keliling

PENGUNJUNG: Ratusan pelajar dan mahasiswa berkunjung ke lokasi pameran keliling Museum NTB di Aula Birrul Walidain NWDI Pancor, untuk melihat koleksi benda-benda bersejarah yang dipamerkan. (ali/radarlombok.co.id)

SELONG—Pameran museum keliling sejarah dan kepurbakalaan yang digelar oleh Museum Negeri NTB di Aula Birrul Walidain NWDI Pancor, mendapat respon positif dari masyarakat. Terutama dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di lingkup Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NWDI Pancor.

Sejak pameran museum keliling ini mulai dibuka, setiap harinya rata-rata ada ratusan pelajar dan mahasiswa yang datang berkunjung, untuk melihat secara langsung pameran benda-benda bersejarah dan purbakala peninggalan nenek moyang masyarakat NTB ratusan tahun silam tersebut.

Pameran keliling sejarah dan benda purbakala ini merupakan bentuk kerjasama Universitas Hamzanwadi dengan Museum NTB. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, tidak hanya di pulau Lombok saja, tetapi juga di pulau Sumbawa.

“Saya selaku pelajar sangat tertarik untuk melihat langsung benda-benda bersejarah atau purbakala yang dipamerkan di tempat ini. Saya sengaja datang ke sini bersama teman-teman, karena tertarik dan penasaran, sekaligus ingin mengetahui benda bersejarah apa saja yang dipamerkan, dan bagaimana kisah dibalik benda tersebut,” kata Yulistari, seorang pelajar kepada radarlombok.co.id, Rabu (23/6/2021).

BACA JUGA :  Wagub NTB Buka Pameran Keliling Museum NTB di Lotim

Tidak hanya sekedar melihat sambung Yulistari, namun dengan adanya pameran museum keliling ini, sekaligus menjadi kesempatan yang langka untuk belajar tentang sejarah masa lalu leluhur masyarakat NTB, melalui benda-benda bernilai historis yang dipamerkan.

“Apalagi disetiap benda yang dipajang, petugas juga menjelaskan kepada pengunjung, apa sejarah atau latar belakang dibalik benda koleksi tersebut. Untuk itu saya berharap pemeran seperti ini bisa rutin digelar di Lotim, tentu dengan pajangan koleksi yang berbeda, dan diperbanyak. Sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang sejarah dan orang-orang terdahulu NTB,” harap Yulistari.

BACA JUGA :  Museum NTB Gelar Lomba Melukis Ritual Budaya

Sementara Humas Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi, mengatakan bahwa para Santri di YPH-PPD NWDI sangat antusias dengan adanya pameran keliling Museum NTB ini. Terlebih lagi banyak dari para santri maupun pelajar yang belum kesampaian untuk datang berkunjung langsung ke Museum NTB di Mataram.

“Dengan adanya pemeran museum keliling ini, maka para santri bisa merasa lebih dekat. Dan yang paling utama tentunya mereka bisa senang. Pola kunjungan juga diatur oleh Yayasan dengan menggunakan shift (giliran), sesuai protokol kesehatan (Prokes), untuk menghindari terjadinya kerumunan atau kunjungan yang padat,” ujar Halqi.

“Tidak hanya pelajar atau mahasiswa di lingkup yayasan saja yang berkunjung ke lokasi pameran museum keliling ini. Namun pelajar atau masyarakat dari luar juga diberikan kesempatan yang sama untuk datang berkunjung dengan pola shift,” pungkas Halqi. (lie)