Pelabuhan Kayangan Mulai Dipadati Penumpang Arus Balik dari Pulau Sumbawa

SELONG –  Pemerintah memprediksi puncak arus balik mudik lebaran Idul Fitri 2022 terjadi pada tanggal 6 – 8 Mei 2022. Untuk itu PT ASDP Kayangan meminta agar warga atau pemudik mempercepat pulang ke kota. Guna menghindari kepadatan di perjalanan.

“Melihat animo pemudik yang tinggi di tahun 2022 ini, kami mengimbau untuk arus balik lebaran di percepat, disegerakan, agar mengurangi tingkat antrean panjang,” kata Manager Usaha  PT Indonesia Ferry (Persero) (ASDP) Eka Rosi, Kamis (5/4).

Dikatakan rosi, arus balik mudik tahun ini. Berbagai pangkalan moda transportasi mulai dipadati oleh pemudik. Tidak hanya  Bandar udara, terminal, dan stasiun. Tetapi juga, pelabuhan pun mulai dipadati masyarakat yang hendak kembali ke kampung halaman.

Oleh karena itu pemerintah terus melakukan evaluasi untuk mengetahui peningkatan pelayanan dan fasilitas moda transportasi selama arus mudik. Diakuinya pergerakan pemudik di moda transportasi kapal laut mengalami peningkatan dibanding dua tahun sebelum pandemi Covid-19. Hal ini berdasarkan laporan data produksi penumpang dan kendaraan tanggal 28-30 April 2022.

Adapun data jumlah penumpang arus balik yang tercatat pada Kamis (4/5),  baik yang menuju arah Pelabuhan Poto Tano KSB maupun datang ke Pelabuhan Kayangan sebanyak 39.963 orang. Di mana pemudik pejalan kaki sekitar 353 orang. Sedangkan penumpang dalam kendaraan sebanyak 39.610 orang. Sementara untuk moda transportasi, yakni kendaraan roda dua berjumlah 6.780 unit dan moda transportasi roda 4 sebanyak 3.535 unit.

“Berdasarkan data yang ada bus besar yang melewati pelabuhan sebanyak 216 unit, bus sedang 170 unit. Lebih banyak truk pengangkut logistik, yaitu truk besar 304 unit dan truk sedang 948 unit. Sementara tronton sendiri hanya ada 67 unit” paparnya .

Rosi merinci jumlah penumpang mudik lebaran Idul Fitri 1443 H yang melewati pelabuhan Kayangan menuju arah Pulau Sumbawa sebanyak 23.900 orang. Dengan penumpang pejalan kaki ada 78 orang. Penumpang dalam kendaraan  23.822 orang. Sedangkan moda transportasi didominasi oleh kendaraan roda dua, yaitu sebanyak 3.603 unit. Menyusul kendaraan roda 4 berjumlah 2.212 unit. Disamping itu juga ada bus sedang 94 unit, bus besar sebanyak 135 unit.

” Untuk truk besar ada sekitar 198 unit lebih sedikit dibanding truk sedang yang berjumlah 498 unit dan tronton hanya 23 unit,” sebutnya.

Dibanding dengan penumpang yang menuju Pulau Sumbawa, justeru arus balik lebaran Idul Fitri 1443 H dari arah Pelabuhan Poto Tano ke arah Pelabuhan Kayangan terbilang masih sedikit.  Hal ini kemungkin akibat masih banyaknya warga yang ingin menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga mereka di Pulau Sumbawa, mengingat waktu libur masih panjang.

Sementara itu penumpang yang datang dari arah Pelabuhan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 16.063 orang. Diantaranya penumpang yang tidak memakai kendaraan  275 orang. Sementara penumpang dalam kendaraan sekitar 15.788 orang.

Adapun kendaraan roda dua yang banyak digunakan penumpang tercatat sebanyak 3.177 unit. Kendaraan roda empat 1.323 unit. Kendaraan seperti bus sedang sebanyak 76 unit dan bus besar sebanyak 81 unit.

“Untuk truk kapasitas sedang yang melewati pelabuhan ada 450 unit, truk kapasitas besar 106 unit danan tronton sebanyak 44 unit,” tutupnya. (cr-rat)