Pekan Kedua November Sekolah di Mataram Dibuka

H Lalu Fatwir Uzali 9ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mematangkan rencana simulasi pembelajaran tatap muka. Rencananya Disdik Kota Mataram akan mulai membuka sekolah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka pada pekan kedua November mendatang.

Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali menyatakan pekan kedua November rencananya sekolah bakal dibuka untuk jenjang SD dan SMP untuk melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka. Draf skenario dan perencanaan simulasi tatap muka telah disiapkan. Namun, masih menunggu persetujuan Wali Kota Mataram.

‘Kita rencana mau masuk pekan kedua November. Pemkot Mataram ingin tahu persiapan kita untuk uji coba untuk membuka sekolah,” Fatwir Uzali kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakannya, saat ini Kota Mataram berada di zona kuning dan sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 03/KB/2020, Nomor: 612 Tahun 2020, Nomor: HK. 01.08/Menkes /502/2020, Nomor: 119/4536/ SJ Tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 01/KB/2020, Nomor: 516 Tahun 2020, Nomor: HK.03.01/Menkes/363/2020, Nomor: 440-882 Tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 dimasa Pandemi Corona Virus Disease 2019(COVID-19).

“Ini dasar kita, sehingga bisa mengajukan uji coba simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah pada pekan kedua November ini,” jelasnya.

Fatwir menjelaskan, mulai dari perencanaan dan sosialisasi sudah dilakukan. Baru pada November dilakukan uji coba tatap muka di sekolah baik jenjang SD maupun SMP. Pihaknya juga telah mengajukan skenario pembelajaran tatap muka ke Wali Kota Mataram, isinya mulai dari proses perencanaan, sosialisasi, uji coba sekolah. Dalam pelaksanaannya juga akan dipantau dan dikendalikan secara ketat, hingga proses evaluasi berkala dan penerapannya secara keseluruhan. 

“Intinya, sebelum pelaksanaan ada mekanisme sosialisasi ke masyarakat, termasuk permintaan pertimbangan orang tua siswa dalam perizinan dan penyiapannya,” terangnya.

Dalam uji coba ini nanti dalam persiapannya, pengawas sekolah akan melakukan supervisi dan penilaian kesiapan. Karena uji coba simulasi akan dilakukan pada sekolah yang siap dengan pelaksanaan yang terbatas. 

“Kalau MKKS dan K3S sudah siap melaksanakan uji coba. Yang jelas skenario sesuai dengan SKB 4 Menteri tersebut,” pungkasnya. (adi)