Pejabat Dilarang Keluar Daerah Selama MTQ

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melarang kepada para pejabat atau pimpinan SKPD untuk pergi keluar daerah selama persiapan sampai dengan pelaksanaan MTQ di Kota Mataram selesai.

Agar Kota Mataram sukses sebagai tuan rumah. Para pimpinan SKPD diminta untuk fokus bekerja mempersiapkan semua kebutuhan yang harus dipenuhi selama MTQ. Karena pelaksanaan MTQ di Kota Mataram merupakan pertaruhan kehormatan bagi Pemkot Mataram kepada ribuan tamu yang akan datang ke Mataram." Makanya saya semua kepala dinas fokus kerja untuk MTQ." tegas Ahyar kepada wartawan (25/7) kemarin.

Tidak hanya keluar daerah. Para pimpinan SKPD atau pejabat selama persiapan dan pelaksanaan MTQ juga diminta untuk meninggalkan sementara hobi-hobi dan kesenangannya agar fokus kerja." Kalau ada yang hobi mancing, jangan ada mancing-mancing dulu." pinta pak Wali

Bahkan kalau ada pejabat yang senang Futsal atau melaksanakan hobi yang lainnya diminta untuk ditunda untuk sementara. Demi suksesnya pelaksanaan yang peling penting Kota Mataram harus memberikan kesan yang sebaik-baiknya dan memberika pelayanan yang terbaik kepada para tamu yang akan datang. Karena perhelatan MTQ ini adalah event nasional yang sangat besar selain pelaksanaan PON.

Diperkirakan lebih dari 5 ribu orang tamu akan datang ke Mataram. Semua orang pasti sudah membayangkan bagaimana suasana di Kota Mataram sebagai tuan rumha. Kalau ternyata mereka kita sambut hanya dengan biasa-biasa saja. Tentunya ini akan membuat para tamu undang merasa kecewa." Makanya selama 15 hari ini harus kerja, kecuali ada yang urgen baru diizikan ." tegasnya.

BACA JUGA :  Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Disita

Meskipun pelaksanaan MTQ tinggal 1 minggu lagi, Ahyar melihat kemeriahan MTQ belum terlihat sempurna, terutama dikawasan timur kota Mataram yang masih terlihata kemeriahan MTQ masih sangat kurang, padahal pihanya sudah membuat edaran agar semua pengusaha. Hotel Kecamatan hinggga kelurahan untuk membuat dan memasang sepanduk ucapan MTQ dan dipasang di pinggir jalan..

Begitu juga disetiap toko dan pusta perbelanjaan agar memasang lampu hias dan ornamen yang bercirikan MTQ." Ini semua peluang bagi masyarakat dan pemerintah untuk melakukan promosi dan pencitraan." tegasnya.

Karena pelaksanaan meskipun dilaksanakan tiap tahun, tetapi NTB atau Mataram butuh waktu hinggga 40 tahun untuk kembali bisa menjadi tuan rumah MTQ setelah ditunjuk pada tahun 1973 atau 43 tahun yang lalu.

Untuk itu Pengusaha  juga harus berperan mensukseskan pelaksanaan MTQ di Mataram dengan cara memberikan kesan  yang baik kepada semua tamu yang datang ke Mataram. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot untuk kemeriahan MTQ telah memasang ribuan lampion sepanjang jalan Lagko hingga Pejanggik cakranegara." Kalau sudah diberikan kesan yang baik, pasti mereka akan kembali lagi ke Mataram." harapnya

Tidak hanya pimpinan SKPD. Walikota meminta agar semua pihak bekerja keras untuk dapat memberikan citra baik bagi Kota Mataram dimata tamu-tamu daerah. Dengan menampilkan kesan bahwa Mataram adalah kota yang ramah dan juga kota yang menyenangkan. Kesan yang baik tersebut menjadi salah satu dari tiga target sukses yang berkali-kali disebutkan Walikota dalam setiap kesempatan, yaitu sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan, dan sukses ekonomi.(ami)