Pejabat Baru Diingatkan Jangan Cari Muka

Nurdin Ranggabarani

MATARAM – Sebanyak 9 pejabat baru eselon II lingkup Pemerintah Provinsi NTB telah dilantik Senin lalu (10/10).  Banyak masalah yang harus segera dituntaskan pada jabatan amsing-masing, oleh karena itu pejabat dituntut harus cerdas menghadapi semua itu.

Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi NTB, Nurdin Ranggabarani mengingatkan semua pejabat yang baru dilantik agar bisa bekerja dengan sungguh-sungguh. “Bekerja dengan cerdas, tidak usah cari muka di gubernur. Kalau kerja kita bagus pasti gubernur juga puas,” ucapnya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin(11/10).

Selama ini lanjut Nurdin, beberapa pejabat pemprov kinerjanya tidak memuaskan tetapi masih tetap bertahan karena menggunakan strategi Asal Bapak Senang (ABS). Laporan ke pimpinan daerah begitu baik dan meyakinkan, namun fakta di lapangan justru sebaliknya.

Cerdas disini bukan hanya dalam bekerja menggunakan inovasi dan terobosan terarah. Tetapi yang lebih penting juga cerdas ketika menafsirkan keinginan dan arahan pimpinan daerah. “Itu penting, jangan lelet mikirnya,” ujar Nurdin.

Terhadap jabatan-jabatan yang lansung menyangkut pelayanan kepada amsyarakat seperti di RSUD Provinsi NTB, seorang direktur utama diminta untuk mampu memberikan pelayanan terbaik. Kualitas juga tidak boleh disepelekan agar RSUD Provinsi NTB bisa dirasa sebagai rumah kedua bagi orang sakit.

Pekerjaan yang harus dituntaskan oleh Dirut RSUD juga terkait dengan rekomendasi atau temuan Ombudsman beberapa waktu lalu. Kerap kali pelayanan dikeluhkan oleh keluarga pasien, hal ini tentunya harus menjadi peratian utama. “Saya yakin banyak masyarakat yang keluhkan pelayanan RSUD NTB, ini harus diretas dan benar-benar bisa dihapus. Tidak usah pikirkan inovasi kalau pelayanan masih memalukan,” pintanya.

Kemudian khusus untuk pejabat baru Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Nurdin mengingatkan untuk langsung bergerak cepat. Nasih ribuan nelayan lobster yang seperti dianak tirikan butuh naungan dari pemerintah.

Nelayan lobster saat ini sangat membutuhkan bantuan, meskipun dalam waktu dekat sulit memberikan bantuan lansung. Tetapi kehadiran pejabat di tengah-tengah nelayan bisa menjadi obat penyembuh luka. “Sama saja untuk semua pejabat, jangan bicara inovasi hanya untuk cari muka. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh,” kata Nurdin.

Berikutnya kepala dinas kesehatan NTB, Nurdin berpesan agar bisa bekerja maksimal dan meningkatkan koordinasi dengan SKPD lainnya. Kekurangan pejabat sebelumnya koordinasi sangat lemah sehingga untuk meminimalisir korban penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saja tidak mampu. “Wajar gubernur marah misalnya, masa sih puluhan warga kita meninggal akibat DBD terus dia tetap santai-santai saja,” ucapnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Wakil ketua fraksi PDI-P Ruslan Turmuzi. Kepada Baiq Eva Nurcahya Ningsih sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AK), Ruslan mengingatkan agar selaku pejabat baru mampu merangkul semua pihak.

Selama ini, peran BP3AKB sangat kurang terlihat karena memang tidak optimal dalam melakukan sosialisasi. Untuk tampil di media massa memberikan imbauan saja begitu minim. “Sebenarnya kan yang namanya BP3AKB itu kekuatannya disosialisasi, ini malah wartawan saja kurang dilibatkan,” pesannya.

Sementara untuk Fathul Gani yang mendapat amanah sebagai kepala biro umum, Ruslan tidak banyak memberikan stressing. Namun satu hal yang harus benar-benar diingat, yaitu tidak bermain atau mencari untung melalui proyek-proyek pengadaan barang atau proyek pembangunan gedung. “Intinya bekerja serius penuh tanggung jawab,” katanya. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid