Pegawai Positif Corona, UIN Mataram Lockdown

MATARAM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Prof Masnun memutuskan menutup aktivitas belajar mahasiswa di kampus untuk sementara waktu atau lockdown. Hal tersebut dilakukan setelah adanya 1 orang ASN UIN Mataram yang dinyatakan positif Covid-19 varian baru. Untuk menghindari penyebaran virus Corona di lingkungan kampus, maka UIN Mataram menerapkan lockdown terbatas selama 3 hari kedepan.

“Kita melakukan lockdown mulai tanggal 9 – 14 Februari 2022 untuk menghindari penyebaran Covid – 19 di lingkungan UIN Mataram,” kata Ketua Satgas Covid-19 UIN Mataram H Subuhi kepada Radar Lombok, Rabu (9/2).
Dikatakannya, lokdown terbatas ini dilakukan berdasarkan hasil rapat pimpinan tanggal 8 Februari 2022 bersama semua dekan dan pimpinan lembaga. Selanjutnya mengacu SK Rektor tentang satuan kerja tugas Covid-19 tahun 2022.

“Ada 7 item kita rekomendasikan yang intinya, bahwa pelaksanaan kegiatan akdemik maupun non akademik semester genap dilaksanakan secara online,” terangnya.

BACA JUGA :  UBG Kampus Swasta Terbaik di NTB Versi Webometrics

Mulai tanggal 7 Februari 2022 sudah dimulai pelaksanaan perkuliahan semester genap. Di mana sebelum penyebaran varian baru di Kota Mataram bahwa perkuliahan dilaksanakan secara tatap muka khususnya untuk semester 2 dan 4. Namun karena terjadi pergerakan masif varian Delta dan Omicron di lingkungan UIN Mataram, di mana banyak yang sakit ASN UIN Mataram di beberapa fakultas, sehingga banyak yang tidak maksuk.

“Maknya kami memberikan rekomendasi supaya ASN yang bersangkutan tidak masuk untuk memutus mata rantai penyebaran varian baru Covid-19,” ujarnya.

Selanjutnya,  UIN Mataram akan melakukan penyemprotan disinfektan di semua gedung yang akan dilaksanakan pada Sabtu (12/2), baik kampus 1 maupun kampus II. Nantinya, pada Senin (14/2) kembali masuk dan melakukan evaluasi lagi menerima laporan dari masing-masing fakultas dan akan menginventarisir jumlah yang terpapar penyakit flu, deman dan akan ada rekomendasi lagi apakah akan lokdown terbatas.

BACA JUGA :  Inovasi Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Selain itu, jika nantinya dosen di masing-masing fakultas banyak yang sembuh, maka akan direkomendasikan untut masuk. Namun jika masih banyak yang sakit akan dilanjutkan lokdown terbatas. Langkah tersebut diambil pihak UIN Mataram untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus, maka dilakukan lockdown. Selain itu, dalam pembelajaran kepada mahasiswa selama penerapan lockdown, maka pola belajar digunakan tetap dalam jaringan alias online.

“Sudah kami arahkan kepada dekan untuk melakukan tracing kontak dan rapid antigen secara mandiri dengan penuh kesadaran dalam rangka memutus matai rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya. (adi)