Pegawai Pemprov Makin Banyak Terjangkit Covid

illustrasi

MATARAM – Universitas Mataram tahun lalu telah memprediksi masa puncak penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB. Jumlah kasus juga disebut dalam prediksi tersebut. Namun, analisa Unram itu keliru. Bahkan, hingga saat ini angka Covid-19 semakin meningkat. 

Parahnya lagi, klaster perkantoran semakin mengkhawatirkan. Jumlah pegawai pemerintah Provinsi NTB yang terjangkit Covid-19 terus bertambah. 

Terbaru, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kesulitan untuk bekerja optimal. Hal itu disebabkan adanya pegawai yang terjangkit Covid-19. “Untuk menekan penyebaran Covid-19, kami bekerja dengan memilih, dan giliran masuk sesuai dengan keadaan. Karena staf kebanyakan takut untuk masuk, dan kami bekerja via WFH,” ungkap Sekretaris Bangkesbangpoldagri Provinsi NTB, Subhan Hasan kepada Radar Lombok, Kamis (18/2).

Ketika Radar Lombok mendatangi Bangkesbangpoldagri Kamis siang, suasana kantor tidak seperti biasanya. Bahkan, gerbang pintu gerbang jalan keluar ditutup. Suasana kantor juga terlihat lengang. Banyak pegawai tidak masuk kerja. Hal itu disebabkan sebagian pegawai Bangkesbangpoldagri diduga sudah terjangkit Covid-19. “Yang kena pertama di Kesbangpol itu dari faktor keluarga. Semoga ini cepat berlalu. Dan mohon maaf apabila saat ini pelayanan belum memuaskan dikarenakan pandemi ini,” ucap Subhan. 

Setelah ada pegawai positif Covid-19, pada hari Rabu seluruh pejabat dan staf Bangkesbangpoldagri diswab antigen. Hasilnya, dari 50 orang yang diswab  terdapat 6 orang positif. “Ada 6 yang positif. Selanjutnya diperiksa PCR,” tuturnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri yang dikonfirmasi Radar Lombok, membenarkan jika ada pegawai Bangkesbangpoldagri terjangkit Covid-19. Fikri bahkan menyebut, pegawai di OPD lain juga ada yang saat ini terjangkit. 

Diungkapkan Fikri, dirinya bukan hanya menerima informasi dari Bangkesbangpoldagri saja, namun juga dari BPSDM. “Banyak pasien positif di perkantoran Pemprov. Di BPSDM ada positif, Kesbangpol juga sudah konfirmasi. Tapi kita belum ada data berapa jumlah pegawai Pemprov yang sudah terkena corona, belum pernah kita rekap datanya,” kata Fikri. 

Menurut Fikri, saat ini masyarakat tidak perlu lagi takut dengan semakin banyaknya pasien Covid-19. Hal yang terpenting, angka kematian bisa ditekan. “Kita belum masa puncak. Jumlah kasus kemungkinan akan bertambah, masa puncak mungkin dalam waktu dekat karena belum bisa kita analisis,” ucapnya. 

Fikri menyadari, angka positif Covid-19 terus meningkat. Oleh karena itu, saat ini Pemprov mengeluarkan jurus terakhir untuk menekan angka Covid-19. “Kita berlakukan PPKM Mikro, dikolaborasikan dengan kampung sehat. Ini jurus terakhir kita,” sebut Fikri. 

Oleh karena itu, Satgas Covid-19 di masing-masing desa akan diaktifkan. Penanganan Covid-19 benar-benar akan lebih detail dilakukan. “Sudah tadi Instruksi Gubernur tentang pencegahan dan penanganan Covid-19 yang lebih massif diserahkan ke Bupati/Walikota, acaranya di Polda tadi,” tutur Fikri. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam acara Launching Kampung Sehat 2 di Polda NTB menceritakan pengalamannya saat turun ke desa-desa. Di setiap desa, hampir semua masyarakat tak takut corona. 

Menurut gubernur, masyarakat desa lebih takut akan kehilangan pekerjaan. “Kata orang desa tak takut sama corona, karena matinya belum pasti. Tapi kalau kehilangan pekerjaan lambat-laun kami seperti mati dalam hidup,” tutur gubernur. 

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga menyebut Danrem 162/WB sebagai penyintas Covid-19. “Saat dilakukan isolasi mandiri selalu riang, sehingga imun terjaga dan beban psikologis akibat terpapar corona dengan sendirinya akan hilang. Ini adalah salah satu cara untuk cepat sembuh dari Covid,” ucapnya. 

Gubernur juga menyinggung pelaksanaan MotoGP di KEK Mandalika, dimana Presiden melalui Menparkeraf menginginkkan agar bisa digelar 2021 ini dan memiliki banyak penonton. Karena itu momentum Hari Kebangkita Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2021 mendatang bisa dirayakan agar masyarakat NTB memiliki semangat baru bahwa di NTB tetap berdamai, bersahabat dengan Covid-19, sehingga MotoGP bisa terselanggara dengan aman dan nyaman. “Diharapkan musibah yang menimpa kita dijadikan sebagai awal kebangkitan NTB di masa yang akan datang,” kata gubernur. (zwr)