Pegadaian Hadirkan Kredit Multiguna

Pegadaian Hadirkan Kredit Multiguna
Para nasabah sedang mengantri di Pegadaian (Devi Handayani/Radar Lombok)

MATARAM — Guna meningkatkan pelayanan, PT Pegadaian (Persero) Cabang Kota Mataram, kembali menghadirkan kredit multiguna, yaitu produk pinjaman untuk PNS, pegawai BUMN, karyawan swasta dan profesional.

Kepala Cabang PT. Pegadaian Mataram, I Ketut Suarnawa mengatakan, kredit multiguna tersebut di NTB baru di sosialisasi pada 1 Oktober 2018. Kredit ini berbeda dengan kredit usaha, dimana kredit usaha mendapatkan pinjaman lebih besar di bandingkan dengan yang multiguna.

“Untuk kredit ini dana pinjamannya dibatasi sampai Rp 50 juta, beda dengan kredit usaha mikro itu dia lebih besar,” kata Ketut Suarnawa, Jumat kemarin (12/10).

Produk kreasi mutiguna ini, menawarkan biaya sewa modal untuk pinjaman mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta pada kisaran bunga sebesar 1,5 persen perbulan. Selanjutnya pinjaman di atas Rp 10 juta sampai dengan Rp 50 juta, sewa modalnya berkisar 1,25 persen.

Menurut Ketut, kelebihan kredit multiguna ini ada beberapa keunggulan yang dimiliki Pegadaian, dalam penyaluran pinjaman adalah proses yang cepat, dan persyaratannya pun mudah. Namun Ketut menerangkan kekurangan dari kredit tersebut dana pinjaman yang terbatas hanya Rp 50 juta maksimal.

“Itu mungkin kurang kita, dibandingkan yang lainnya. Kalau yang lain kan berani lebih besar dari itu dana pinjamannya,” terangnya.

Sementara itu kredit ini sendiri karena banyaknya permintaan agar selain pengusaha dapat merasakan produk ini, maka kredit tersebut penerimanya bertambah untuk PNS, pegawai BUMN, karyawan swasta tetap dan professional. Meskipun sebelumnya produk ini ditujukan bagi nasabah yang memiliki usaha kemudian membutuhkan modal.

“Mereka bisa mengajukan pinjaman ke Pegadaian dengan jaminan BPKB kendaraannya,” tuturnya.

Dari hasil sosialisasi yang dilakukan untuk kredit bagi PNS tersebut, sudah ada yang mengajukan pinjaman modal di pegadaian. Walaupun baru ada beberapa orang saja, namun diharapkan kedepannya dapat lebih disosialisasikan sehingga nantinya banyak minat dari kredit tersebut.

“Dari awal kita sosialisasikan baru ada 2 PNS saja yang sudah mengajukan pinjaman,” pungkasnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut