Pedagang Ketupat Musiman Raup Omzet Jutaan

Lebaran TOPAT
LEBARAN TOPAT : Para pedagang ketupat musiman di lebaran Topat meraup untung besar. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perayaan lebaran Topat, seminggu setelah lebaran Idul Fitri 1440 H yang menjadi budaya masyarakat Sasak, Lombok membawa berkah bagi pedagang ketupat musiman. Pedagang musiman ramai menjajakan ketupat mereka di sudut-sudut kota Mataram. Kehadiran pedagang ketupat  yang mendadak ini menandakan jika lebaran Topat sudah datang.

Sejak H-2 jelang lebaran Topat, banyak pedagang ketupat dadakan menggelar dagangannya di sepanjang jalan utama di Kota Mataram. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya pun cukup banyak. Mengingat, masyarakat Lombok menjadikan lebaran Topat ini merupakan budaya tahunan yang wajib dirayakan pasca lebaran Idul Fitri.

BACA JUGA: Lebaran Topat Simbol Kesadaran Gender

“Alhamdulillah, banyak yang laku dari pagi-pagi buka,” kata Suriati, salah seorang pedagang ketupat yang ada di sepanjang jalan Airlangga Gomong, Mataram Rabu kemarin (12/6).

Tingginya peminat ketupat, bagi warga Kota Mataram, omzet yang didapatkannya dalam sehari tembus diangka Rp 4 juta. Mengingat satu orang tidak hanya membeli satu ikat saja, bahkan peminatnya cukup banyak akan ketupat jadi tersebut. Karena dirasa lebih praktis membeli yang sudah jadi, ketimbang harus membuatnya sendiri.

“Alhamdulillah banyak yang beli dari pagi ramai, kira-kira dapat Rp 4 juta. Karena satu ikatnya isi 5 biji harganya Rp 15 ribu yang besar-besar,” sebutnya.

Dikatakannya jika pedagang lainnya fokus menjual ketupat, Suriati menjajakan dagangan ketupat dengan cukup beragam. Diantaranya, ada ketupat yang sudah jadi, ketupat kosongan, lauk pauk seperti opor ayam, lodeh, urap, pelecing, ayam goreng, dan masih banyak lagi. Pembelinya tidak hanya membeli ketupat saja, namun juga membeli lauk pauk sebagai teman hidangan.

“Kalau tahun ini pembelinya lumayan banyak. Tapi dibandingkan tahun lalu, itu paling laris ketupat jadi. Tapi sekarang lauk pauk sama ketupat jadi yang paling banyak diborong,” ujarnya.

Senada dengan Suriati, Kasim salah seorang pedagang ketupat dadakan di Airlangga mengaku kebanjiran orderan, khususnya untuk ketupat jadi yang sudah berisi nasi. Ia berjulan ditemani istrinya, tidak hanya menjual ketupat saja, tetapi juga menjual jajan khas Lombok biasa ditemukan setiap lebaran ketupat, yakni jajan bantal berisikan ketan bercampur pisang dan kacang-kacangan.

“Pembeli lebih suka ketupat yang sudah jadi. Mereka tidak perlu repot untuk masak, tapi ada juga yang beli jajan bantal,” ujarnya.

Untuk satu ikat dijual lima ketupat dengan harga Rp 15 ribu, sedangkan untuk jajan bantal berkisaran Rp 10 ribu. Beda lagi untuk isian lainnya, dijual diatas Rp 17 ribu untuk masing-masing perbungkusnya. Bahkan jualan dijajakannya tidak lama, sudah ludes terjual habis.

“Baru buka dari jam 6 pagi, sudah banyak yang datang beli. Kalau untuk lauknya, sebenarnya pembeli bisa beli sedikit-sedikit dari harga Rp 10 ribu kita kasi,” ucapnya.

Terpisah, salah seorang pembeli Melinda Putri mengatakan membeli ketupat bahan jadi untuk lebaran Topat cukup membantu. Terutama bagi masyarakat kota yang tidak ingin repot membuat hingga memasak ketupat. Harganya pun masih terbilang terjangkau, sehingga dengan adanya pedagang dadakan seperti ini sangat membantu baginya. Selain membeli ketupat, ia juga membeli beberapa lauk.

“Cukup terbantu dengan adanya pedagang ketupat disini. Selain lebih murah dan pilihannya juga banyak dari lauknya ada, jajannya juga ada,” ujarnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid