Peda KTNA Diharapkan Perkuat Kepemimpinan Agribisnis

KUNJUNGI: Sekda KLU H Suardi bersama Ketua TP PKK KLU Hj Rohani Najmul Akhyar, dan Kapolres AKBP Rifa’i mengunjungi stand pameran salah satu peserta sembari mencicipi hasil pertanian (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP4KL) Lombok Utara menyelenggarakan kegiatan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) tingkat kabupaten yang berlangsung di halaman kantor setempat, Senin (24/10).

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan memamerkan hasil pertanian, perkebunan, dan masakan ciri khas di masing-masing kecamatan di Lombok Utara. Melalui Peda KTNA ketiga ini, para petani-nelayan Lombok Utara diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan agribisnis dalam rangka mengubah petani-nelayan lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian dan pengaruh usaha agribisnis.

Demikian disampaikan Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar yang diwakilkan oleh Sekda Lombok Utara, H Suardi di hadapan para peserta. Peda ini merupakan acara pertemuan KTNA yang digagas para tokoh tani-nelayan sejak tahun 1971, dan dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Penyelenggaran peda tidak hanya mempersiapkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) saja. Akan tetapi kesiapan mental dan psikologis peserta perlu dipersiapkan dengan baik. “Pak Bupati sangat mengapreasi kegiatan ini untuk mempersiapkan mental dan psikologis yang akan mewakili Lombok Utara ke tingkat Provinsi NTB dan Pekan Nasional (Penas) nantinya,” terangnya.

Selain itu, sarana-prasarana, akomodasi dan transportasi peserta juga perlu direncanakan dan dipersiapkan dengan matang. Karena, penyelenggaran peda ini untuk mengakomodir, menentukan jumlah dan membagi peserta yang akan mengikuti kegiatan penas ke-CV petani-nelayan tahun 2017 mendatang yang akan berlangsung pada tanggal 6-11 Mei 2017 di Provinsi Nangro Aceh Darussalam. “Persiapan yang matang pada pelaksanaan peda ini sangat menentukan kesiapan peserta dan kelancara untuk mengikuti kegiatan penas mendatang,” tegasnya.

Keberhasilan kontingen Lombok Utara yang nantinya tergabung dalam kontingen Provinsi NTB dalam mengikuti penas sangat ditentukan sejauhmana persiapan daerah pada peda tingkat kabupaten. Penyelenggaraan Peda KTNA tingkat kabupaten merupakan wahana bagi para petani-nelayan untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar menukar informasi, apreasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan, kelautan dan kehutana. “Melalui peda ini, para petani-nelayan yang ada di daerah ini berkesempatan untuk saling mengisi dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribisnis di tingkat petani-nelayan menjadi lebih bergairah terhadap pembangunan pertanian dan pengaruh usaha agribisnis petani-neyalan,” harapnya.

Ia kembali menegaskan, bahwa kehadiran tokoh petani nelayan KTNA nasional merupakan kesempatan yang berharga untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka menggerakan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan. Oleh karena itu, ia berharap dapat memberikan motivasi kepada petani-nelayan lainnya untuk saling berinteraksi dan bersinergi dalam memanfaatkan SDA pertanian di Lombok Utara. “Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka perbaikan mutu produksi pertanian dan peningkata pendapatannya yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga petani-nelayan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Peda KTNA tingkat kabupaten terdiri dari enam, yaitu upacara dan apreasi, kepemimpinan dan kemandirian KTNA, koperasi, usaha dan jaringan informasi agribisnis, pengembangan teknologi dan kualitas produksi, pengembangan wirausaha dan kesadaran lingkunan serta kesekretariatan. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses,” harapnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid