PDP Ketiga Mataram Meninggal Dunia

PDP : Penggalian liang makam untuk pasien PDP asal Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya di pekuburan umum setempat, kemarin (4/5). (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)
PDP : Penggalian liang makam untuk pasien PDP asal Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya di pekuburan umum setempat, kemarin (4/5). (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kota Mataram kembali berduka. Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.

Pasien yang meninggal dunia ini berinisial SL, 54 tahun, asal Gerung Butun Timur, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Almarhum meninggal dunia setelah dirawat empat hari di RSUD Kota Mataram. ‘’Ada satu PDP meninggal dunia hari ini asal Sandubaya. Meninggal pukul 13.25 Wita,’’ ujar Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra di Mataram, kemarin (4/5).

Ia memastikan SL meninggal dunia dengan status PDP. Oleh karena itu, pihak rumah sakit langsung melakukan swab. Sementara hasilnya masih menunggu dan belum diketahui. ‘’Sudah diswab kita masih menunggu hasilnya,’’ katanya.

Karena berstatus PDP, pemakaman almarhum dipastikan sesuai dengan penanganan covid-19. Almarhum akan dimakamkan oleh petugas rumah sakit dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Sedangkan lokasi pemakaman sesuai dengan keputusan keluarga. ‘’Pemakaman sesuai dengan protokol covid-19,’’ ungkapnya.

Dengan penambahan PDP meninggal ini, SL adalah PDP ketiga yang meninggal dunia di Kota Mataram. Sedangkan dua PDP lainnya hasil swabnya positif terpapar corona. ‘’Iya (PDP ketiga),’’ terang Herman.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa mengatakan, pemakaman dilaksanakan mulai pukul 18.00 Wita di Pemakaman Umum Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya. Pemakaman dilaksanakan oleh enam orang petugas kesehatan RSUD Kota Mataram. ‘’Pemakaman sesuai protap. Dimulai dengan penyemprotan disinfektan terhadap jenazah sebelum dimasukkan ke liang lahat. Itu dilakukan oleh petugas RSUD Kota Mataram,’’ terangnya.

Almarhum sebelumnya sempat memeriksa kesehatan ke Puskesmas Cakranegara. Ia mengeluh batuk dan sesak. Setelah itu dirujuk ke RSUD Kota Mataram. ‘’Ia dirawat selama empat hari di RSUD Kota Mataram,’’ ungkapnya.

Pasien juga disebut disebut sering mengalami sakit batuk dan sesak. Almarhum tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak dengan pasien covid-19. ‘’Belum ada hasil swab yang menyatakan almarhum mengidap penyakit covid-19,’’ jelasnya.

Sedangkan Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik mengatakan, pihaknya menerima laporan ada warga Gerung Butun meninggal dunia dengan status PDP. Kepolisian pun melaksanakan pengawalan terhadap jenazah almarhum dari rumah sakit menuju lokasi pemakaman. ‘’Kita kawal dari rumah sakit menuju pemakaman,’’ katanya.

Sementara itu, jumlah warga Kota Mataram yang terpapar corona kian bertambah. Pada hari Senin (4/5). Dari tujuh penambahan pasien positif di NTB, semuanya berasal dari Kota Mataram. Dengan demikian, 94 orang warga Kota Mataram positif corona. Sementara PDP sebanyak 151 orang menyisakan 59 ODP. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 385 orang. (gal)