PDIP Dukung TGB Cawapres Jokowi

Rachmat Hidayat
Rachmat Hidayat (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perang dingin antara Gubernur NTB, TGBKH M Zainul Majdi dengan Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat telah menjadi rahasia umum. Berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi NTB sering kali mendapat tantangan dari fraksi PDIP di DPRD NTB. Belum lagi dari dua bupati kader PDIP, HM Husni Djibril di Sumbawa dan H Musyafirin di Sumbawa Barat. 

Pertentangan terjadi mulai dari penjualan saham. Kemudian merger PD BPR NTB menjadi PT BPR NTB yang cukup alot karena kedua bupati tersebut enggan tanda tangan memberikan persetujuan. Terakhir yang diketahui publik, ketika Rachmat Hidayat bersama jajarannya melakukan jumpa pers. Rachmat menilai TGB gagal memimpin Provinsi NTB. Hal itu sempat membuat heboh masyarakat. 

Kini, semua telah berubah. Tentu saja, pasca-TGB memberikan dukungan politiknya kepada Joko Widodo untuk maju di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. “Saya mengajak seluruh masyarakat NTB, agar berprasangka baik terhadap pilihan politik TGB. Kalau orang sudah membuat pernyataan diri mendukung itu, sudah jelas seluruh isi jagat raya adalah saksinya. Ini saya tegaskan, berlaku pada siapapun,” cetus Rahmat, kemarin (18/7). 

Meskipun TGB telah menyatakan sikapnya mendukung kepemimpinan Jokowi. Namun Rachmat mengaku hingga saat ini belum bertemu langsung dengan TGB. Hal itulah yang juga membuat Rachmat belum membicarakan secara langsung terkait pilpres dengan TGB. Apalagi, gubernur dua periode itu masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo. “Bagaimana mau bahas cawapres, ketemu TGB saja saya enggak pernah. Tapi, sebagai orang Sasak NTB, saya mendoakan ikhtiar TGB untuk bersaing dalam bursa cawapres pendampingi Jokowi,” katanya.