PDAM Lombok Utara Usulkan Rp 30 Miliar untuk Penambahan Air Baku

Ilustrasi PDAM
Ilustrasi PDAM

TANJUNG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Utara akan mengusulkan anggaran penambahan air baku ke Satker Provinsi NTB sebesar Rp 30 miliar.

Untuk mendapatkan anggaran itu, PDAM saat ini sedang menyusun Detail Engineered Design (DED) jaringan perpipaan untuk penambahan cakupan air baku di tiga titik sumber air. Dokumen DED itu nanti akan diserahkan ke tingkat provinsi sebagai syarat untuk mendapatkan kebutuhan dana investasi tersebut. “Kita sekarang menyusun DED yang akan diajukan ke Satker Provinsi. Dana investasi ini kita harapkan didapatkan untuk penambahan air baku di 3 titik sumber mata air,” ungkap Direktur PDAM Lombok Utara Raden Waliadin, Rabu (14/3).

Dari tiga titik sumber mata air, terdapat dua mata air sudah tuntas. Yaitu mata air Leong di Kecamatan Tanjung senilai Rp 9 miliar dan mata air Sekeper berlokasi di perbatasan Kecamatan Gangga dan Kayangan, yang membutuhkan dana sekitar Rp 13 miliar. Sedangkan pembangunan jaringan mata air Sindang Pituq Nae Kecamatan Bayan diperkirakan di atas Rp 10 miliar. “Proposal itu nanti akan tersusun rencana pembangunan jaringan perpipaan senilai lebih dari Rp 30 miliar. Anggaran yang besar daerah dan kami di PDAM tidak sanggup, makanya kita usulkan ke Satker Provinsi,” katanya.

Penambahan air baku untuk ketiga sumber air tentu berbeda-beda pengalokasiannya. Di antaranya, mata air Sindang Pituq Nae akan menambah cakupan air baku bagi pelanggan PDAM di Kecamatan Bayan dari Desa Bayan, Karang Bajo Anyar, termasuk ke Desa Sukadana. Sedangkan untuk sumber air Leong untuk mendukung cakupan air bersih bagi pelanggan di wilayah Tanjung dan Pemenang. Sedangkan mata air Sekeper untuk mendukung sistem cakupan air bersih bagi pelanggan di wilayah Kecamatan Gangga. “Jaringan perpipaannya nanti akan berbeda-beda pengalokasiannya,” jelasnya.

PDAM juga akan memanfaatkan jaringan sumber air Mursemalang yang akan mengalir empat desa, yaitu Desa Selengen dan Salut di Kecamayan Kayangan, Desa Mumbulsari dan Akar-akar di Kecamatan Bayan. Proyek perpipaan Mursemalang yang dikerjakan tahun 2016 itu, pihak PDAM baru menerima dari Pemda pada awal tahun 2018. Disebutkan, pihaknya juga mengalami kekurangan air baku untuk kawasan Kecamatan Kayangan. Yang direncananya akan diambilkan dari sumber air di Sepeker. “Ini akan kita salurkan ke Santong, Sesait dan sekitarnya,” bebernya.

Dikatakan, debit air yang tersedia di titik penambahan cakupan air baku sekarang ini memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan secara maksimal. Seperti, mata air di Sekeper potensi debit air yang ada lebih dari 100 liter per detik, namun saat ini baru terpakai kurang dari 50 persennya. Sehingga penambahan air di beberapa sumber ini akan memudahkan cakupan air bersih dalam jangka panjang. Untuk itulah, suport anggaran dari Satker Provinsi dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan. Pasalnya, keberadaan dana PDAM yang bersumber dari penyertaan modal Pemkab Lombok Utara sebesar Rp 4 miliar tahun 2017 akan digunakan tahun ini. “Itu pun terbatas pada pemasangan instalasi perpipaan tertier di rumah-rumah warga,” katanya. (flo)