PDAM Giri Menang Diingatkan tidak Diskriminatif

PDAM Giri Menang Diingatkan tidak Diskriminatif
PDAM : Kantor Cabang PDAM Giri Menang yang ada di Gerung. (Fahmy/Radar Lombok)

Utamakan Penghafal Alquran Jadi Pegawai

GIRI MENANG– Rekrutmen pegawai baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang menuai kontroversi. Penyebabnya, manajemen PDAM yang merupakan perusahaan daerah milik Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar ini membuat syarat dimana untuk formasi lulusan SM/MA sederajat akan diutamakan mereka yang hafal Alquran minimal 10 juz. Kebijakan ini dianggap diskriminatif karena itu berarti rekrutmen untuk golongan tertentu saja. Kalangan DPRD Lombok Barat pun menyoroti kebijakan ini.

Sekretaris Komisi II DPRD Lobar Munawir Haris menyampaikan, pengutamaan pelamar yang hafal Alquran diskriminatif. PDAM diingatkan untuk tidak membuat kebijakan yang kontroversial dan cenderung membeda-bedakan pelamar berdasarkan agamanya. “ Syarat itu terlalu diskriminatif, bagaimana dengan pelamar yang non muslim? “ tanyanya.

Menurutnya jika memang ada kebijakan untuk mengakomodir para hafiz, itu menjadi skor tambahan saja. Misalnya ada sejumlah pendaftar yang memiliki nilai atau skor yang sama, maka pihak panitia bisa mempertimbangkan memilih pendaftar yang memiliki kemampuan menghafal Alquran.”Kemampuan hafiz cukup jadi skor tambahan, jangan jadi syarat utama,” ungkapnya.

Sebagai mitra kerja yang mengawasi keberadaan BUMD, politisi PAN ini mengingatkan bahwa PDAM Giri Menang adalah perusahaan milik daerah, bukan perusahaan swasta. Karenanya PDAM Giri Menang harus mempertimbangkan keberagaman yang ada di Lobar dan Mataram untuk menghindari adanya permasalahan di belakang hari. Ia meminta PDAM untuk menghapus syarat itu.”Pengumuman persyaratan tersebut harus dicabut, dan diganti yang tidak terkesan diskriminatif,” tegasnya.

Dalam penerimaan pegawai ini, sebaiknya PDAM Giri Menang lebih mengedepankan kemampuan, kompetensi dan pengetahuan calon pegawai.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Giri Menang H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan pihaknya tidak bermaksud diskriminatif. Karena pihaknya sudah menyediakan formasi yang lain bagi para pelamar non muslim.”Tidak ada maksud melakukan diskriminasi,” ungkapnya.

Ada 36 formasi yang dibuka. Dari jumlah itu, hanya 10 yang dikhususkan bagi penghafal Alquran. Sisanya yang 26 bebas diisi oleh pelamar yang lain selama memenuhi kualitas.” Jadi yang tidak hafal atau non muslim bisa daftar di formasi lain,” ungkapnya.

Kenapa menyediakan formasi khusus Hafiz? Zaini menyatakan karena Lobar punya banyak pondok pesantren.” Yang diutamakan hafiz ini petugas lapangan. Saya ingin petugas lapangan punya integritas yang lebih tinggi, cara untuk mencari itu ya melalui tahfiz,” ungkapnya.

Dengan merekrut mereka, minimal ada filter diri sebagai bekal mereka bekerja nanti.”Bukan karena saya membeda-bedakan atau diskriminasi,” tegasnya lagi.(ami)