PDAM Belum Siap, Pemda Minta Tolong ke PT BAL

Danny Karter Febrianto (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – PT Berkat Air Laut (BAL) kembali mendistribusikan air bersih ke masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno.

Hal ini imbas dari kacaunya pelayanan air bersih di Gili, pasca BAL tiba-tiba menghentikan operasi Selasa (20/9) dini hari. Sejatinya, PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan PT BAL akan dihentikan operasinya pada 15 Oktober mendatang oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi NTB, menindaklanjuti permintaan Bupati KLU Djohan Sjamsu ke Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

PT BAL rencananya akan digantikan oleh PT Tiara Citra Nirwana (TCN) yang bekerja sama dengan PDAM. Namun belum tuntas TCN dan PDAM memasang instalasi ke masyarakat dan perhotelan, BAL tiba-tiba menghentikan operasi. Masyarakat dan pengusaha pun kesulitan air bersih. Apalagi tamu sedang banyak-banyaknya, dan pada Rabu (21/9) merupakan pembukaan Festival Gili.

Baca Juga :  Global Hub Tetap Dipertahakan pada Revisi RTRW, DPMPTSP NTB: Investor Masih Penjajakan

Namun akhirnya, PT BAL beroperasi lagi. Pemda KLU bersurat ke provinsi agar memberikan izin kepada PT BAL untuk beroperasi untuk sementara waktu. “Ini atas adanya aspirasi masyarakat Gili Trawangan dan Meno yang meminta waktu di masa transisi,” ujarnya, kemarin (21/9).

Sebelum 15 Oktober warga diminta segera memasang meteran air milik PDAM Amerta Dayan Gunung sehingga begitu BAL berhenti beroperasi sudah ada PDAM yang mendistribusikan air bekerja sama dengan TCN. “Kita berharap proses di masa transisi ini berjalan dengan baik. Kita juga sudah berkoordinasi dengan PT GNE meminta agar memberikan pelayanan yang terbaik hingga 15 Oktober,” ungkapnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lombok Utara Belum Kembalikan Rp 390 Juta Kerugian Negara

Setelah 15 Oktober nanti pihaknya akan mengkaji ulang apakah PDAM sudah siap untuk mendistribusikan air atau tidak untuk wilayah Gili Trawangan dan Gili Meno. Jika memang sudah siap tentu nasib PT BAL berakhir sampai sana. Jika sebaliknya maka kemungkinan masa  operasionalnya diperpanjang. “Pada 15 Oktober nanti kita akan kaji langkah-langkah yang akan kita ambil,” pungkasnya.

Sekretaris PT GNE Masyhur Harahap mengatakan bahwa pihaknya membuka kembali operasional pelayanan air bersih kepada masyarakat Gili itu atas kesepakatan bersama dengan pemerintah provinsi maupun Pemda KLU. “Kami sepakat membuka kembali jaringan yang sempat diputus karena mempertimbangkan kondisi masyarakat Gili Trawangan dan Gili Meno yang kekurangan air bersih,” ucapnya. (der)

Komentar Anda