PD Agro Selaparang Diharapkan Produksi Bahan Baku

LAPORAN: Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) atas Laporan Kinerja PD Agro Selaparang untuk tahun buku 2016 (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Perusahaan Daerah (PD) Agro Selaparang Lombok Timur (Lotim) menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) atas Laporan Kinerja Perusahaan tersebut untuk tahun buku 2016, Rabu (15/3). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Lotim, Haerul Warisin, Direktur Utama PD. Agro Selaparang, Badan Pengawas PD. Agro Selaparang, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

Wakil Bupati (Wabup) Lotim, Haerul Warisin mengatakan, sambil membayar cicilan utang, untuk dapat mencari peluang, PD Agro Selaparang diharapkan bisa membuka pabrik bahan baku jadi. Sehingga nantinya produksi yang dihasilkan itu bisa dijual keluar daerah. “Bahan baku jangan lagi didatangkan dari luar. Namun bisa diproduksi sendiri,” pinta Wabup.

Dalam perjalannya, PD. Agro Selaparang kata dia perlu diapresiasi. Namun dari bisnis harus tetap melirik usaha yang tentunya dapat di ekspor keluar daerah, untuk kemajuan perusahaan itu sendiri.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Terlebih saat ini perusahaan tersebut telah resmi memiliki perusahan minuman air kemasan Asel. Karenanya, peluang yang ada harus dimanfaatkan, sehingga keberadaan perusahaan air minuman kemasan itu bisa merajai pasaran di Lombok. “Insha Allah tahun 2019 jika kita masih bersama BUMD, akan disiapkan mobil untuk mengangkut dan mengedarkan produksinya,” janji dia.

Selain itu, Wabup juga menyorot ekuitas PD Agro Selaparang per 31 Desember 2016 lalu. Dia mempertanyakan, kenapa neraca perusahaan tersebut seperti itu? “Ada beberapa ton pupuk, garam dan administrasi saja. Tidak ada aset yang tertinggal di PD.Agro Selaparang,” ungkap Wabup.

Dikatakan, sejak dia terpilih menjadi Wabup Lotim mendampingi Bupati Ali BD, diawal kepemimpinan mereka telah memberikan suntikan dana sebesar Rp 750 juta. Dari bantuan dana ini, mulailah PD Agro Selaparang mengalami peningkatan signifikan. “Bayangkan pada waktu itu PD Agro Selaparang  meninggalkan karyawan sebanyak 22 orang yang harus di gaji untuk makan anak istrinya,” tutup dia.

Sementara Direktur PD. Agro Selaparang, Muhamad Karyadi, menyampaikan terkait gambaran informasi finansial yang didapatkan dari penyusunan anggaran untuk mengendalikan biaya dan informasi non finansial. Ini merupakan faktor kunci untuk menetapkan strategi yang dipilih guna melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan PD. Agro Selaparang.

“PD Agro Selaparang memiliki empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan,” terang dia.

Selanjutnya, dia juga memaparkan pencapaian pendapatan operasional PD Agro Selaparang periode 2013 hingga 2016. Rinciannya di 2013 pendapatan  operasional Rp 6,716 miliar lebih, laba kotor Rp 1,759 miliar lebih. Sedangkan laba bersih tidak ada.

Sementara 2014 penadapatan operasional Rp 7,795 miliar lebih, laba bersih Rp 206,829 juta lebih. Kemudian 2015 pendapatan operasional Rp 11,207 miliar lebih,  laba kotor Rp 633,912 juta lebih, dan laba bersih Rp 557,842 juta lebih. Sedangkan 2016 pendapatan operasional Rp 16,835 miliar lebih, laba kotor Rp 1,248 miliar lebih, dan laba bersih Rp 1,092 miliar lebih.

“Ini hal penting yang ditekankan dalam konsep GCG (Good Corporate Governance). Pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi yg benar, akurat, dan tepat waktu,” kata dia.

Selain itu, kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat, tepat waktu dan transparan terhadap semua informasi kerja perusahaan kepada pemilik dan stakeholders. Dengan memperhatikan Perda Nomor 12 Tahun 2009, dan Perbup Nomor 9 Tahun 2014 yang mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan dengan baik.

“Maka hal yang telah dilakukan oleh manajemen pada periode tahun 2016 adalah membayar hutang manajemen lama. Membayar hutang pajak, kemudian menjadi  distributor pakan ayam, unggas, dan lainnya,” tutup dia. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid