PBB Bakal Minta Petunjuk DPW dan DPP

Habli
Habli.( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – DPC PBB Lombok Utara sudah lama menutup penjaringan bakal calon kepala daerah (balon kada). Namun, lima balon kada yang mendaftar itu belum diserahkan ke DPW dan DPP, terkait siapa saja yang akan direkomendasikan.

“Kita belum menyerahkan ke DPW. karena masih minta petunjuk dulu ke DPW dan DPP,” kata Ketua DPC PBB Lombok Utara Habli kepada Radar Lombok, Selasa (19/11).

Ia menyebutkan, lima balon yang mendaftar itu antara lain, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, Wakil Bupati Lombok Utara H Sarifudin, mantan Bupati Lombok Utara Djohan Syamsu,  Hj Kirana (istri Wakil Bupati), dan Narsudin (anggota DPRD Lombok Utara).

“Lima nama ini memang belum kita plenokan apakah mengusulkan semuanya atau dipilih dari lima orang ini, itu yang akan kami minta petunjuk dulu,” jelasnya.

Pertemuan dengan DPW dan DPP bakal dilakukan pada saat Muswil DPW PBB NTB pada 26-27 November.  Bakal hadir Sekjen yang akan memberikan arahan terhadap seluruh DPC se-NTB, salah satunya membahas pilkada serentak.

“Setelah mendapatkan petunjuk, baru kami menindaklanjuti dan memplenokan lalu menyampaikan ke DPW ditembuskan ke DPP,” terangnya.

Pihaknya bakal memberikan penilaian terhadap masing-masing balon kada, mulai dari kelebihan dan kekurangannya.  Khusus adanya Sarif-Karina yang merupakan pasangan suami-istri ikut mendaftarkan diri, Habli tetap bakal menyampaikan perihal tersebut.

“Soal pak Sarif dan istrinya tetap kami sampaikan ke pusat dan meminta petunjuknya, karena di partai sah-sah saja itu dilakukan,” katanya.

Jika pun nanti salah satunya ketika mendapatkan rekomendasi dari DPP, maka harus merelakan salah satunya dan tetap bersaing di kancah politik. Terkait empat balon bupati dan satu balon wabup, mekanisme pleno yang bakal ditempuh, yaitu rekomendasi balon bupati tetap dipilih salah satunya. Ketika balon itu mendapatkan rekomendasi nanti menawarkan Nasrudin apakah mau menjadi pendampingnya atau tidak.

Keempat balon bupati disodorkan nama Narsudin, jika tidak ada yang melirik baru menyampaikan ke DPP meminta petunjuknya.

“Jadi, kami sampai saat ini belum mengantongi nama yang akan direkomendasikan. Nanti kami umumkan pada Desember 2019 atau awal 2020,” imbuhnya. (flo)