Pawai Budaya HUT Bima Ke-377 Semarak

Pawai Budaya HUT Bima Ke-377 Semarak
RIMPU: Pakaian adat rimbu sebagai ciri khas pakaian adat warga Bima ditampilkan dalam pawai budaya HUT Bima ke 377. (IST/RADAR LOMBOK)

BIMA-Pawai budaya memeriahkan HUT Kabupaten Bima ke-377 berjalan sukses.

Ratusan ribu mata ikut menyaksikan berbagai pertunjukkan seni budaya dari para peserta. Beberapa etis di wilayah Indonesia ikut berpatisipasi memeriahkan hari jadi Kabupaten Bima itu. Ada dari Sumatera, Madura, Jawa, Bali, Kalimantan dan lain-lain.

Sekda Kabupaten Bima H Taufik HAK mengaku, acara pawai budaya berlangsung sukses. Pawai tahun ini sangat meriah ketimbang tahun sebelumnya. ”Ada peningkatan kemeriahan. Tahun ini ada puluhan etnis di luar wilayah NTB yang ikut berpartisipasi,” ungkapnya, kemarin (4/7).

Kata dia, kemeriahan pawai budaya juga ditunjukan dengan peran aktif semua SKPD, camat dan desa. Bahkan saking antusiasnya masyarakat Kabupaten Bima, ada yang  ikut serta secara mandiri. ”Kita melihat banyak warga yang ikut menyaksikan. Dari berbagai paguyuban dan etnis di Bima,” tuturnya.

Menurutnya, kemeriahan pawai budaya tersebut merupakan gambaran keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki. Selain itu, semua bisa menyatu dalam satu kegiatan merayakan HUT Kabupaten Bima. ”Pawai budaya ini merupakan tindakan positif. Semua bisa menyatu dalam satu kegiatan dengan cara dan keunikan masing-masing,” terangnya.

Dia mengajak, mesyarakat Kabupaten Bima untuk selalu menjaga dan terus mewarisi budaya yang ada. Karena budaya merupakan identitas dan ciri khas keberadaan masing-masing daerah. ”Kita harus sadar atas budaya yang kita miliki. Kita gali dan perkokoh lagi menjadi media pemersatu buat daerah ini,” imbuhnya.

Di panggung kehormatan ada Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer. Tamu undangan seperti Kapolres Bima Kabupaten AKBP Eka Faturahman, Wakil Ketua MK Anwar Usman, DPR RI H Syafrudin dan jajaran DPRD Kabupaten Bima.

Bupati Bima bersama tamu undangan menyambut kedatangan setiap rombongan peserta. Setiap rombongan beradu pertunjukan sesuai seni budaya yang dimiliki dihadapan bupati dan para tamu undangan. ”Sangat luar biasa. Partisipasi masyarakat dalam pawai budaya ini tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Bima,” ungkap Indah.

Kata dia, dari ratusan ribu peserta  pawai yang ikut memeriahkan pawai ada dari non pribumi. Ada juga dari, Jawa, Madura dan Bali dengan  kesenian khas masing-masing. ”Pawai kali ini sangat memuaskan. Selain dari atraksi budaya Bima sendiri, ada juga dari keluarga kita di luar daerah. Seperti pertujukan singa-singa dari Jawa dan Madura,” tuturnya.

Dia berharap, kekompakan dan kebersamaan sejumlah suku dan paguyuban di Kabupaten Bima tetap terjaga. Semua harus mendukung dan berpatisipasi dalam mewujukan pembangunan daerah tercinta ini. ”Sesuai budaya orang Bima yang bisa merangkul siapa saja. Tidak ada perbedaan warna rambut dan kulit. Semua sama dan kita bersaudara,” pungkasnya. (dam)

BACA JUGA :  Sensasi Mengunjungi Wisata Rumah Terbalik di Kuta