Patung Jokowi Akhirnya Terpasang di Depan Sirkuit Mandalika

DIPASANG: Suasana pemasangan patung Presiden RI, Joko Widodo di depan Sirkuit Mandalika, Minggu (13/3/2022). (M.Haeruddin/ Radar Lombok)

PRAYA— Pemasangan patung Presiden RI, Joko Widodo di depan Sirkuit Mandalika, akhirnya dilakukan.

Patung karya I Nyoman Nuarta dengan berat sekitar 3 ton tersebut, dipasang di main gate atau depan Sirkuit Mandalika pada Minggu (13/3/2022) sekitar pukul 06.45 WITA.

Hadir dalam pemasangan patung tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) NTB, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya dan berbagai pihak lainnya.

Pemasangan dilakukan sekitar 20 menit yang kemudian patung tersebut, dibungkus kembali setelah dipasang.

Gubernur Zulkieflimansyah, menyampaikan patung “speed” di Sirkuit Mandalika ini akan dijadikan sebagai inspirasi dan penghargaan atas prestasi presiden Joko Widodo atas kecepatan dalam pembangunan. “Nantinya ini akan dijadikan tempat selfiie favorit bagi pengunjung sirkuit Mandalika,” ungkap Zulkieflimansyah.

Ditegaskan bahwa ini lebih pada karya seni yang kalau disebut patung memang masih sangat sensitif. Hanya saja, suka tidak suka bahwa saat ini masyarakat cenderung suka selfie.

BACA JUGA :  Gubernur Pilih Hj Selly Jadi Komisaris Bank NTB Syariah

Jadi ornamen seperti patung dimanapun akan banyak digunakan untuk selfie dan bukan untuk sesembahan. “Jadi perlu dibahasakan secara hati- hati. Karena bayangan masyarakat tradisional kita, patung itu identik dengan sesuatu hal yang sifatnya religius,” terangnya.

Baginya keberadaan patung Jokowi adalah bentuk apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah banyak membantu berbagai infrastruktur. “Jadi lebih banyak yang menerima daripada menolak (pemasangan patung) dan yang menolak belum mendapat informasi yang baik,” tegasnya.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyatakan sebelumnya mereka bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pihak lainnya, sudah melakukan rapat terkait dengan polemik pemasangan patung ini. Sehingga dipastikan sudah tidak ada masalah dan sudah bisa dipasang.

“Dalam rapat disepakati tidak ada masalah terkait pemasangan patung ini, karena keberadaan patung itu lebih pada penghargaan masyarakat Lombok Tengah dan berbagai pihak kepada Presiden Joko Widodo dan lebih pada melihat pada karya seni yang ditunjukan oleh masyarakat Indonesia. Jadi ini hanya sebuah seni yang ditunjukan bahwa Presiden hadir untuk masyarakat Lombok Tengah, dan tidak ada persoalan,” terangnya.

BACA JUGA :  Penggelapan Dana Bank NTB Syariah Tunggu Hasil Audit

Terkait adanya penolakan sebelumnya, dianggap sebagai perbedaan sudut pandang. Sehingga tidak menjadi persoalan. Perbedaan sudut pandang adalah hal yang biasa. Pasalnya dari MUI, FKUB, Forkopimda sudah mempelajari lebih jauh persoalan ini dan disepakati tidak ada persoalan. “Keberadaan patung saat ini sudah ada di mana-mana dan tidak ada persoalan,”tegasnya.

Ia berharap kedepan kondusivitas menjelang MotoGP ini harus tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai dengan adanya persoalan pro dan kontra sebelumnya, membuat kondusivitas menjadi terganggu.

“Kami berharap kondusivitas tetap terjaga dan jangan sampai karena persoalan yang kami anggap kecil terus menjadi besar kemudian tidak bisa kita kendalikan yang akan berimplikasi ke berbagai pihak, termasuk tamu dan kalau berbicara ekonomi maka nanti rugi kita,”tegasnya. (met)