Pastikan Tes Berjalan Jujur, Timsel Terapkan Screening Wajah Para Peserta

SCREENING WAJAH: Suasana screening wajah para peserta calon anggota KPU dan Bawaslu pada tahapan seleksi tes tertulis, penulisan makalah, dan psikologi dasar. (rasyid/radarlombok)

JAKARTA–Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerapkan screening wajah pada tahapan seleksi tes tertulis, penulisan makalah, dan psikologi dasar.

Langkah ini dilakukan dengan melibatkan peran Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penerapan ini terlihat saat hari pertama pelaksanaan dengan agenda tes tertulis dan penulisan makalah yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO), pada Rabu (24/11/2021).

Sesuai jadwal, tes ini akan berlangsung selama dua hari dengan agenda terakhir yakni tes psikologi dasar.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU dan Bawaslu, Juri Ardiantoro menjelaskan, penerapan screening wajah merupakan salah satu strategi untuk memastikan proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu berjalan jujur.

BACA JUGA :  Rekrutmen Panwaslu Belum Ada Kejelasan

Upaya ini untuk menghindari potensi kecurangan yang mungkin saja terjadi. Dengan alat itu, penyelenggara hendak memastikan setiap peserta yang masuk ke ruang ujian merupakan mereka yang telah terdaftar dan lulus seleksi administrasi.

“Makanya tadi, setiap mau masuk ruangan ada monitor yang kita bisa masang muka kita, dan kemudian dipindai (atau) discan dan akan keluar identitas kita sesuai yang ada di KTP,” kata Ketua Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu, Juri Ardiantoro, saat ditemui di sela pelaksanaan tes, di Jakarta International Expo (JIEXPO), pada Rabu (24/11/2021).

Selain itu, Juri Ardiantoro menuturkan, tes ini merupakan salah satu rangkaian dari tahapan seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu. Kepada para peserta, dirinya mengimbau agar mengikuti seluruh proses seleksi dengan baik.

BACA JUGA :  Pilkada 2018, Bawaslu Petakan Daerah Rawan

Hingga pada akhirnya nanti, lanjut Juri Ardiantoro, Tim Seleksi akan memilih 14 orang untuk calon anggota KPU dan 10 orang calon anggota Bawaslu yang kemudian diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Juri Ardiantoro berharap, calon anggota yang nantinya terpilih merupakan orang yang memiliki integritas tinggi. Hal itu penting dimiliki anggota KPU dan Bawaslu mengingat perannya sebagai fasilitator kontestasi Pemilu.

Selain itu, mereka yang terpilih diharapkan dapat menjadikan KPU dan Bawaslu sebagai organisasi yang kuat dan mampu membangun perbaikan Pemilu serta demokrasi Indonesia di masa mendatang. (sid)