Pastikan Ketersediaan Oksigen, Bupati Sidak RSUD Praya

SIDAK: Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri saat sidak di RSUD Praya, Selasa (3/8). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan di rumah sakit tersebut berjalan dengan baik. Di satu sisi untuk mengecek secara langsung ketersediaan oksigen yang ada di rumah sakit itu.

Dari sidak ini, Pathul ingin ingin memastikan ketersediaan oksigen di rumah sakit masih aman. Di satu sisi penanganan pasien Covid-19 juga masih berjalan dengan baik. Tapi kelangkaan oksigen di berbagai wilayah saat ini harus diantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di Lombok Tengah. “Dari kemarin kebutuhan oksigen di berbagai daerah agak sedikit limit. Makanya pagi ini (kemarin, red) saya turun langsung mengecek ketersediaan oksigen untuk penanganan warga kita yang terpapar Covid-19 di RSUD Praya,” ungkap Lalu Pathul Bahri kepada Radar Lombok saat ditemui di RSUD Praya, Selasa (3/8).

Pathul menegaskan, sudah kembali datang sekitar 20 tabung oksigen yang akan digunakan sampai satu dua hari kedepan. Pihaknya tidak menafikan penggunaan oksigen ini lebih selektif hingga harus menunda operasi elektif atau operasi terencana. “Tapi operasi elektif atau operasi terencana hanya ditunda beberapa saat saja, karena kondisi oksigen sangat terbatas. Oksigen kita masih aman, karena tadi juga datang. Bahkan kita langsung jemput bola untuk oksigen ini tadi menggunakan mobil Pak Dandim,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Korupsi Transfusi Darah Harus Diatensi

Selain memantau ketersediaan oksigen, Pathul juga melihat kesiapan ruang isolasi. Hal ini menjadi perhatian yang harus diutamakan meski belum terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. “Mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” harapnya.

Disampaikan Pathul, posisi pasien yang terpapar Covid-19 ada sekitar 54 orang. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 ini dengan melakukan sinergi dengan berbagai stakeholder. “Saat ini ada penurunan untuk pasien Covid-19. Tapi kelangkaan oksigen ini terjadi di wilayah lain, makanya harus kita antisipasi,” terangnya.

Sementara itu, Humas Satgas Covid-19 RSUD Praya, dr Yudha Pramana menyatakan, salah satu kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yakni meniadakan operasi terencana dan membatasi jam kunjungan. “Karena yang sifatnya terprogram untuk operasi ini tidak harus segera kita lakukan. Kebijakan ini dilakukan karena adanya kelangkaan oksigen. Kalau penundaan operasi elektif sebelum kelangkaan oksigen juga sudah kita pikirkan. Sekarang ditambah dengan kelangkaan oksigen yang secara global di Provinsi NTB, karena over kapasitas di rumah sakit membuat limit di penyedia,” ungkap dr Yudha Pramana.

BACA JUGA :  Cari Ikan, Warga Penujak Ditemukan Tewas

Yudha menjelaskan, operasi memerlukan oksigen yang cukup besar, apalagi jenis operasi yang jenis pasiennya menggunakan bius total. Karena pasokan oksigen terjadi penurunan akibat pasien Covid-19 yang tinggi, maka kebijakan peniadaan operasi elektif ini harus dilakukan. “Selain itu pula kita melakukan pembatasan pasien-pasien rawat jalan, jadi jumlahnya dikurangi untuk setiap harinya. Tapi yang perlu kami tegaskan yang sifatnya emergensi tentu saja tidak bisa ditunda dan kita tidak boleh menolak itu,” tandasnya. (met)