Paslon Saling Klaim Kemenangan di Survei

DEKLARASI: Suasana deklarasi tim pemenangan dari Parpol pengusung Paslon Manthab beberapa waktu lalu. (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Adanya rilis yang dikeluarkan oleh lembaga survei Nasional Indikator yang memprediksi Paslon Pathul-Nursiah, akan keluar menjadi pemenang pada kontestasi Pilkada di Lombok Tengah, membuat para Paslon lain angkat bicara. Bahkan para Paslon lain juga mengklaim kemenangan sesuai dengan hasil lembaga survei yang mereka gunakan.

Seperti Calon Bupati Lombok Tengah nomor urut 3, H Masrun yang menegaskan, bahwa boleh-boleh saja dan silahkan menunjukan hasil survei yang mengatakan Paslon lain menang. Karena dianggap bahwa  itu maunya dia. Hanya saja, pihaknya memastikan jika Paslon dengan Jargon Manthab ini juga memiliki hasil yang lebih bagus.

“Nanti kita sama-sama buktikan, dan ini yang membuat kami semakin semangat. Padahal itu hasil pesanan yang sudah lama. Sementara kami punya lembaga yang lebih obyektif, dan bukan lembaga pesanan yang mengarah pada pembohongan publik. Tapi bukan akan mengendurkan semangat kami, tapi malah semakin menyemangati tim kami,” ungkap Masrun saat dihubungi Radar Lombok, Selasa kemarin (17/11).

Hal yang sama disampaikan oleh Calon Bupati nomor urut 1, Lale Prayitni. Ia menegaskan bahwa apapun yang menjadi hasil survei yang memposisikan diirnya di posisi ke empat dari Paslon lain, maka baginya tidak ada masalah. Karena yang terpenting adalah bagaimana kondisi yang ada di lapangan. “Kita lihat yang nyata di lapangan saja, dan target saya menang,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPC PBB Lombok Tengah, Legewarman yang merupakan Parpol pengusung Lale- Sumum menegaskan, bahwa apa yang dikeluarkan oleh Indikator ini sudah dianggap biasa saja. Karena pihaknya melihat tidak jarang saat ini jika hasil survei tergantung pesanan. Nanti lain lembaga survei, maka lain pula yang menang.

“Kalau kita melihat realitas yang ada di lapangan, kita optimis menang. Target kita minimal 250.000 suara, melebihi suara Paslon lain. Kita dari Parpol pengusung untuk waktu yang tersisa ini terus melakukan sosialisasi, dan yang jelas kalau hasil survei internal kita juga menang,” ungkap Legewarman.

Sementara Ketua Tim Pilkada PKB, Danang Ari Sukra menegaskan, bahwa munculnya hasil lembaga survei dibeberapa sisa hari ini, adalah bagian dari strategi mengarahkan opini pemilih. “Kami tidak pada kapasitas membantah hasil survei tersebut. Karena OMI juga mengeluarkan hasil yang berbeda, dan memberikan angka memenangkan Paslon lain,” terangnya.

Hanya saja, pihaknya dari PKB yang merupakan Parpol pengusung Lale-Prayitni mengajak masyarakat Lombok Tengah, untuk semakin dewasa dalam berdemokrasi. Angka-angka survei yang berseliweran itu, anggap saja sebagai dinamika pilkada dan masyarakat harus memetik nilai edukasinya.

“Misal survei itu dibiayai siapa? Berapa sampelnya dan apakah sudah dapat mewakili persentase pemilih? Apakah pelaksana lapangan survei punya pengalaman dan sesuai bidang pendidikannya?  Kemudian apakah margin error sudah detail dan ketat. Itu yang harus juga dicerahkan dan diedukasi ke publik,” terangnya.

Pihaknya optimis jika apa yang diusung oleh PKB akan menjadi juara di Pilkada mendatang. Terlebih dengan berbagai usaha yang sudah dilakukan selama ini. “Nanti kita buktikan di hari H, tanggal 9 Desember. Kita buktikan hasil akhir. Dan khusus untuk Pilkada Lombok Tengah, PKB tetap meminta seluruh komponen perjuangan PAS Menah Tandur tetap fokus dan yakin PAS Menang,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris DPC PAN Lombok Tengah, Yasir Amrillah menegaskan, bahwa pihaknya optimis untuk Paslon yang didukung oleh PAN, yakni Masrun-Habib akan keluar sebagai pemenang di Pilkada mendatang. Terlebih dari hasil survei OMI, pihak Masrun-Habib juga menang. “Jadi tergantung siapa yang survei, dan dari survei kita juga menang meski beda tipis. Jadi sah-sah saja,” tegasnya. (met)