Paslon Saling Cecar di Segmen Empat Debat Kandidat

pilkada kota mataram
SIAP DEBAT: Empat paslon wali kota dan wakil wali kota Mataram siap tampil debat perdana malam ini. (sudirman/radarlombok)

MATARAM—Segmen ke empat yang menjadi puncak dari debat putaran pertama tersaji. Yaitu segmen Paslon bertanya, Paslon menjawab. Ke empat Paslon saling cecar tapi tetap secara santun.

Teknisnya, Paslon mencabut nomor undi kepada paslon yang akan ditanya. Pertanyaan diberi waktu selama 1 menit. Lalu paslon yang ditanya menjawab dua menit. Kemudian direspon lagi oleh penanya selama dua menit. Akhirnya ditanggapi lagi dua menit.
Pertama, paslon nomor urut empat (Baru) Bertanya ke paslon nomor urut tiga (Muda).

Baihaqi bertanya tentang Ampenan akan dikelola menjadi daerah pariwisata. Dari sisi konsep pariwisata seperti apa yang dikembangkan. Kedua sampai sejauh mana program pro kesejahteraan (prokes) yang menjadi andalan paslon Muda.

Calon Wali Kota Makmur Said mengatakan, Ampeanan dengan kota tuanya akan menjadi andalan. Tentu dibarengi dengan kuliner dan pantainya. Tentang prokes. Salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena angka persentase kemiskinan 8,3 persen di Kota Mataram. ‘’Prokes itu solusi. Kami akan berikan modal tanpa jaminan,’’ kata Makmur.

Baihaqi menimpali dengan merespon, belum melihat konsep mnewarkan Ampenan sebagai destinasi pariwisata. Hanya menyampaikan sejarah Kota Tua. ‘’Kami ingin tahu bagaimana revitalisasi Kota Tua Ampenan. Karena ada sisi sejarah disana. Kita harus pertimbangkan nilai filosofi dan sejarahnya,’’ ungkapnya.

Untuk Prokes, Baihaqi bertanya sampai sejauh mana prokes teruji kesaktiannya dengan situasi tehnis. Karena akan menjadi persoalan baru dengan beragam kartu. ‘’Jadi belum kami lihat manfaatnya seperti apa,’’ katanya.

Makmur menanggapi balik, Kota Tua Ampenan akan digali dan direkturisasi. Prokes kembali diagungkan Makmur. Bahwa bisa memberikan modal tanpa jaminan. Lalu sekolah gratis bagi kurang mampu.

‘’Prokes bukan untuk seluruh warga Koita Mataram. Tapi bagi mereka yang kurang mampu. Inilah yang akan kita selesaikan dengan prokes. Sudah ada data base kita. Dengan satu prokes mewakili data masyarakat. tidak perlu lagi KTP, akta kelahiran, kartu keluarga,’’ terangnya.

Paslon nomor urut satu (Harum) mendapat undian bertanya ke paslon nomor urut empat (Baru).

TGH Mujiburrahman menanyakan tentang MotoGP sesuai dengan tehnologi yang sering disebutkan paslon Baru. Yaitu Bagaimana kiat Mataram untuk meraih provit dari MotoGP. Yaitu dengan mendatangkan peluang bagi masyarakat yang bergelut dengan pekerjaan tersebut.

H Baihaqi awalnya menjawab, harus membuka pikiran tentang era 4.0. Yaitu harus berbasis dengan kemajuan tehnologi. Bahkan sudah dipersiapkan dengan revolusi industri kelima. Salah satunya dengan provit PAD Kota Mataram dengan mengembangkan Mataram kreatif center.

‘’Karena inilah ruang bagi siappaun yang memiliki gagasan kreatif dalam kontek apapun. Hanya main game bisa menghasilkan miliaran. Bagaimana kita tidak bisa menangkap peluang tersebut,’’ kata Baihaqi.

H Mohan Menimpali tentang Bale Kreatif. Wakil wali Kota dua periode itu berharap lebih tentang bale kreatif. Karena ekspektasi bale kreatif bisa memberikan pelatihan dan berbagai keahlian dalam jangkauan kawula muda. ‘’Jawaban yang kami harapkan supaya ada upaya konkrit bagaimana langkah gegap gempita MotoGP. Supaya kita tidak hanya jadi penonton,’’ kata Mohan.

Baihaqi menjawab lagi, program dalam bentuk gagasan. Tehnisnya belakangan. ‘’Terpenting bakat kreativitas disana bisa kita tempatkan. Jangan lupa kita di Mataram bisa mendaatkan ruang bagi komunitas yang secara budaya dari luar Kota Mataram. Kita butuh Mataram kreatif center. Tetapi itu tidak bisa kita selesaikan karena kita belum punya perda,’’ ungkapnya.

Paslon Nomor urut dua (Salam) mendapat undian bertanya ke paslon nomor urut satu (Harum). Hj Putu Selly Andayani langsung bertanya tentang kontribusi PAD Kota Mataram terhadap APBD yang hanya 20 persen.

Oleh karenanya ketergantungan sangat besar pada pemerintah pusat. Selly bertanya tentang salah satu visi Harum ingin membangun kemandirian viscal daerah. Sementara saat ini masih Covid-19.

H Mohan Roliskana menjawab, kemandirian viscal ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap opemerintah pusat. Karena APBD diberikan posris besar kepada belanja pegawai. Dana transfer belum sepnuhnya duigunakan untuk pembangunan secara fisik. PAD adalah kekayaan bersih yang dmiliki daerah. Harus bisa memaksimlakan potensi daerah.

‘’Maka PAD kita tingkatkan. Intensfikasi piotensi yang sudah ada dimaksimalkan lagi. Baik pelayanan untuk mencegah kebocoran. Ini sudah dirintis oleh dinas perhubungan, yaitu melalui parkir non tunai,’’ katanya.

Selly tidak puas dengannmjawaban Mohan. Ingin meningkatkan, karena ada bagi hasil juga dari provinsi. Yaitu untuk kendaraan. Ingin memaksimlakan iotensi PAD bisa dimaksimalkan. Begitu juga dengan aset daerah.

‘’Itu belum ada data yang saya lihat. Kontrak seperti Mataram Mall perlu direview kembali. Tidak usah gengsi untuk minta dengan provinsi. Ini lho kami ingin membangun ini misalnya,’’ terang Selly.

Mohan menanggapi lagi, kondisi PAD turun tajam berkat pandemi. Potensi APD yang 400 miliar. menyusut menjadi 375 miliar. ‘’ Itulah perlunya kita mandiri. Kita mencari ruang baru untuk PAD,’’ katanya.

TGH Mujiburrahman menambahkan, dirinya mengunggah semangat kedermawanan masyarakat. Karena baik untuk partisipasi publik, seperti di Sekarbela membentuk yayasan peduli ummat. ‘’Banyak yang kami kumpulkan setiap bulan. Ini dana non APBD. Ini kita butuhkan karena penyalurannya juga tidak membutuhkan waktu banyak,’’ kata TGH Mujiburrahman.

Paslon Nomor urut tiga (Muda) bertanya ke paslon nomor urut dua. Makmur Said menanyakan masalah sampah. Bahwa seharinya volumen sampah 320 ton. Tapi yang bisa diangkut sekitar 200 ton lebih. Ada kesenjangan produksi sampah rumah tangga dengan pengangkutan. Belum ada solusi untuk menyelesaikan permasalhan sampah. ‘’ Saya belum lihat solusinya,’’ kata Makmur.

Selly mengatakan, pihaknya ingin menmbuat badan usaha milik kelurahan di tiga kecamatan. Kaitannya untuk penanganan sampah di Kota Mataram. bank sampah ingin dipusatkan disatu tempat.

‘’Nanti operator digerakkan melalui Bumkel (Badan Usaha Milik Kelurahan). Kaitannya dengan sampah jika selesai dari rumah. ingin merubah mindset masyarakat. Kita selesaikan dari rumah dulu. tempat sampah juga kita siapkan. Gotong royong perlu dibangkitkan lagi. Tidak boleh lagi ada sampah disungai ,’’ terangnya.

Makmur Said rupaya tidak puas. Jika volume sampah tidak bisa tertangani. Maka sampah tidak bisa dituntaskan dengan mudah.

‘’Kami punya konsep zero waste TPS. Kita penuhi sarana yang dibutuhkan. Berapapun jumlahnya, persoalannya sekarang ada lingkungan ada roda tiga. Tapi produksi sampah dimasing-masing lingkungan belum jelas. Kita harus penuhi alat transportasinya,’’ beber Makmur.

Selly menjawab lagi. Kendaraan roda tiga sudah diadakan dan tersedia. Tapi jika ada Bumkel pendapatannya lebih dari UMK.

‘’Kami ingin ada badan usaha yang dikelola oleh profesional. Bukan tim sukses kami nanti yang akan menangani. Kalau osamtu bisa dijalankan, itu bisa mengatasi sampah. Asapnya bisa dijadikan energi terbarukan. Itu hajat kami paket Salam. Kami ingin sampah selesai dari rumah. jangan dipilah dulu,’’ ungkapnya. (gal)