Paska Penggerebekan Pabrik Sabu, DPRD Lotim Usulkan Ada Lembaga Khusus

Izzuddin (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Tingginya kasus penyalahgunaan  narkotika di Lotim menjadi pukulan telak bagi Pemkab.  Terlebih baru-baru ini Polda NTB mengungkap adanya pabrik pembuatan sabu di Pringgasela. Atas kejadian ini Pemkab Lotim  gencar melakukan penyuluhan perang melawan narkoba degan melibatkan semua pihak. Baik itu melibatkan semua OPD baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Termasuk juga dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), termasuk dengan satuan pendidikan. Hal tersebut menindaklanjuti instruksi bupati.”Kita mulai mengimbau masyarakat supaya ikut membantu kita perang melawan narkoba. Baik itu lewat dakwah. Instruksi yang dikeluarkan Pak bupati telah mulai kita sebarkan,” kata Kepala Dispora Lotim, Izzuddin, Kamis (26/11).

Ancaman narkoba ini menyasar semua lini. Terutama kalangan pemuda dan pelajar. Selama ini tak sedikit pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika terutama di Lotim melibatkan generasi muda  dan pelajar. Kondisi ini kata dia tentu sangat memprihatinkan. Di sinilah pemerintah harus bisa berbuat agar penyebaran narkoba ini tidak terus merajalela.” Makanya kita di Dispora dalam upaya mencegah  penyalahgunaan narkotika di kalangan pemuda dan pelajar kita telah punya berbagai program. Salah satunya dengan cara lakukan penyeluhan terutama menyasar satuan pendidikan seperti SMA. Kegiatan penyuluhan ini lebih kita fokuskan pada wilayah wilayah yang rawan narkoba,” katanya.

Kegiatan penyuluhan ini bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait seperti Badan Narkotika  Nasional (BNN) Provinsi NTB, kepolisian dan yang terkait lainnya. “Melalui kegiatan ini kita bisa berikan pencerahan tentang bahaya Narkoba. Kegiatan ini akan rutin kita lakukan setiap tahun,” imbuh Izzuddin.

Keberhasilan aparat kepolisian membongkar   pabrik sabu dan meringkus para sindikat patut diapresiasi. Pengungkapan kasus ini diakuinya tak lepas setelah melalui proses penyelidikan yang cukup lama. Setelah berhasil  menemukan bukti kuat baru dilakukan penggerebekan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lotim H. Daeng Paelori juga menyampaikan rasa keprihatinan melihat Lotim menjadi sarang peredaran narkotika. Kata dia ini menjadi masalah serius yang harus disikapi bersama. Untuk itu dewan mengusulkan supaya Lotim membentuk lembaga khusus yang menangani narkoba.” Lembaga ini  tak jauh bedanya dengan bale mediasi. Ketika ada masalah masyarakat bisa lapor ke sana. Pembentukan lembaga yang tangani masalah narkoba ini akan kita libatkan semua pihak baik itu dari unsur kepolisian, kejaksaan dan banyak lainnya,” terang Daeng.

Ketika ada berbagai persoalan berkaitan dengan narkoba, masyarakat bisa langsung mengadu atau melapor ke lembaga itu. Karena selama ini meski ada BNN Kabupaten tapi tidak bisa berfungsi maksimal. Bahkan masyarakat juga terkadang takut untuk melapor.”Masyarakat bisa minta mengadu ke lembaga kalau ada anaknya dicurigai    menggunakan Narkoba.  Mereka bisa minta untuk dimediasi atau juga supaya anaknya itu direhabilitasi ” imbuhnya.

Wacana pembentukan lembaga ini sudah disepakati oleh semua anggota dewan. Diupayakan dalam waktu dekat lembaga  tersebut sudah bisa terbentuk. Selain itu dewan juga telah menyetujui anggaran yang dibutuhkan.”Soal nama lembaga ini nanti kita sepakati bersama,“ tutup Daeng. (lie)