Paska Banjir, Warga Sambelia Keluhkan Air Bersih

Ilustrasi Air Bersih

SELONG—Bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sambelia beberapa waktu lalu, berdampak pada rusaknya jaringan pipa air bersih bagi warga desa yang diterjang banjir. Bahkan banjir juga merusak dan menghanyutkan hampir sebagian besar pipa jaringan yang ada, seperti di Desa Sambelia.

“Sekitar 80 lonjor pipa jaringan air bersih ukuran 4 sampai 5 inc milik Pamdes hanyut dibawa banjir,” kata Kepala Desa Sambelia, Achmad Subandi, Selasa kemarin (14/3).

Bahwa pipa yang hanyut tersebut berada di bagian hulu dari sumber air Landean Dasan Tinggi. Tidak saja pipa Pamdes yang hanyut, pipa bantuan program Care juga dikatakan rusak akibat banjir tersebut. Sehingga praktis hampir 80 sampai 90 persen warga Desa Sambelia mengalami kesulitan air bersih.

[postingan number=3 tag=”banjir”]

“Sementara mengharapkan suplai air bersih dari mobil tangki milik pemerintah ataupun relawan sudah tidak ada semenjak satu minggu pasca bencana,” ujarnya seraya berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk dapat membantu masyarakat Desa Sambelia membangun jaringan air bersih. Sehingga suplai air bagi kebutuhan pokok masyarakat akan dapat terpenuhi.

Guna dapat memenuhi kebutuhan air bersih berbagai cara dilakukan masyarakat, mulai dengan mengambil air dari sumber yang cukup jauh, dari kali, atau ada juga yang terpaksa meminta pada tetangganya yang memasang PDAM.

Ketika ditanyakan, mengapa masyarakat tidak mau memasang PDAM? Kembali Subandi mengatakan, bahwa tarif yang diberlakukan PDAM tidak terjangkau oleh warga, kecuali bagi masyarakatnya yang memiliki kemampuan ekonomi diatas rata-rata.

“Satu-satunya harapan masyarakat Desa Sambelia saat ini adalah pemerintah segera turun tangan untuk memberikan suplai air bersih dan segera membantu membangun kembali jaringan pipa yang rusak akibat banjir,” pintanya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid