Pasien Tidak Mampu Perlu Perhatian Saat Masa Perawatan

Pasien Tidak Mampu
DIRAWAT : Pasien Gizi Buruk, Silvia saat dikunjungi Tarpiin Adam di RSUD Tanjung, Rabu (4/4). (ENDRI’S FOUNDATION FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Yayasan Endri’s atau Endri’s Foundation menemukan cukup banyak persoalan dalam melakukan pendampingan pasien tidak mampu saat dirujuk ke RSUD Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) maupun RSUD di Kota Mataram.

Persoalan tersebut antara lain biaya hidup atau makan minum yang harus dikeluarkan pasien atau keluarga pasien saat masa perawatan. “Keluarga pasien rujukan yang kurang mampu selama ini kesulitan akomodasi dan konsumsi sehari-hari dalam menjaga anaknya. Perhatian pada hal ini belum ada muncul dari Pemda Lombok Utara,” ungkap Direktur Endri’s Foundation, Tarpiin Adam, Rabu kemarin (4/4).

Sebagai contoh lanjutnya, pendampingan pasien gizi buruk Silvia Azoya (2,5 tahun) asal Desa Segara Katon Kecamatan Gangga. Keluarga pasien Silvia sempat dirawat di RSUP selama 1,5 bulan. “Selama di rumah sakit, belum ada bantuan dari Pemda Lombok Utara untuk sekadar membantu konsumsi, padahal itu sangat diharapkan oleh keluarga pasien,” bebernya.

Kemudian, ada juga pasien tumor perut, Della (4 tahun) asal Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung. Della sudah dirujuk beberapa kali ke RSUD Kota Mataram. Keluarganya pun harus menginap karena kepentingan Della yang harus dioperasi. Della tercatat sudah 3 kali diopname. Selama itu pula, peran SKPD sangat diharapkan untuk menanggulangi kebutuhan konsumsi. “Sekarang Della sedang berada di rumahnya, dan kami berencana mau melihat kondisinya. Della baru pulang dari RS Kota Mataram karena baru selesai dioperasi yang kedua,” katanya.

Bersyukur lanjut Adam, ada saja bantuan dari orang dermawan. Bahkan staf-staf medis yang merasa kasihan di Puskesmas setempat terpaksa iuran untuk membantu keluarga pasien karena kekurangan biaya. “Beruntung staf medis Puskesmas Tanjung memiliki kepedulian sosial. Setiap melakukan kontrol ke RS Kota Mataram, keluarga Della dibantu melalui dana iuran staf Puskesmas Tanjung,” terangnya.

Setelah operasi itu, sekarang Della diwajibkan untuk melakukan kontrol mengganti perban di Puskesmas Tanjung. Pasien tumor perut ini mengidap rawat jalan, setelah 12 hari dirawat di RSUD Kota Mataram. Dalam waktu yang cukup lama itu tentu membutuhkan biaya hidup lumayan. “Ini yang kami minta, agar SKPD lebih peka terhadap persoalan sosial dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Sabirin bapak dari Silvia mengakui, saat menunggu anaknya di RSUD Tanjung beberap hari ini belum pernah mendapat santunan dari Pemda Lombok Utara. Selama menunggu anaknya di RSUP NTB dan RSUD Tanjung, ia hanya memperoleh santunan dari Endri’s Foundation. “Belum ada bantuan dari pemerintah daerah, kami hanya terima bantuan dari Adam,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan KLU, Khairul Anwar mengatakan, itu merupakan ranah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KLU. (flo)