Pasien Terduga MERS Sudah Lebih Baik

dr Lalu Hamzi Fikri
dr Lalu Hamzi Fikri (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB yang diduga telah terkena penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), saat ini kondisinya sudah lebih baik.

Direktur Utama RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri menyampaikan, pihak rumah sakit terus melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien. “Saat ini pasien masih dalam observasi di ruang isolasi,” terangnya kepada Radar Lombok, Minggu malam (9/7).

Menurutnya, pasien inisial MMM dengan usia 62 tahun asal Sumbawa itu secara umum kondisinya masih dalam kategori baik. Kondisi ini tentunya mengalami kemajuan dibandingkan saat baru dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Ketika ditanya Radar Lombok, Hamzi Fikri menilai vital sign pasien juga sudah baik. Bahkan sesak nafas yang sebelumnya dialami pasien sudah tidak lagi. “Pasien sudah tidak sesak nafas dan penggunaan oksigen sudah dilepas,” katanya.

Humas RSUD Provinsi NTB Solikin menjelaskan, kondisi pasien pada hari kedua memang sudah lebih baik. Pasien yang sebelumnya sering batuk sudah berkurang, suhu tubuhnya juga saat ini normal. “Tidurnya juga nyenyak pasien itu,” ucapnya.

Untuk tekanan darah, berdasarkan pemeriksaan juga sudah normal. “Laporan kemarin sih, tekanan darah normal 120/80, nadi 92,temperatur 36,5 celcius normal. Tapi masih diisolasi, jadi tidak berani saya masuk untuk ambil gambar,” ujar Solikin.

Pihak rumah sakit, lanjutnya, sudah melakukan pengiriman specimen ke-3 pasien suspect MERS-cov tersebut ke laboratorium Penyakit Infeksi pusat Biomedis Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). “Sudah dikirim ke Jakarta dan sudah diterima juga oleh pihak sana,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, setiap jamaah haji dan umrah, selalu memiliki risiko terkena penyakit yang terus menjadi momok tersebut. Hal ini tentunya patut dijadikan perhatian, mengingat saat ini sudah musim haji.

Jamaah calon haji tahun 2017 embarkasi Lombok, akan mulai diterbangkan ke Jeddah pada tanggal 12 Agustus mendatang. Pada pelaksanaan ibadah haji sebelumnya, sempat ada jamaah yang terkena Mers asal Lombok Barat. “Kita imbau untuk selalu berhati-hati dan tetap mendengarkan arahan petugas haji,” uajr Eka Dewi.

Seperti diketahui, Pihak RSUD Provinsi NTB telah menerima rujukan pasien atas nama MMM dari rumah sakit Sumbawa pada Kamis malam (6/7). Dirujuknya ke RSUD Provinsi NTB, karena RSUD Sumbawa tidak mampu menanganinya. Mengingat, pasien yang mengalami keluhan pusing dan batuk itu dicurigai telah terkena penyakit MERS yang sempat menggemparkan negara Timur Tengah beberapa waktu lalu. (zwr)

BACA JUGA :  Merasa Dipersulit, Keluarga Pasien Ngamuk di RSUD Selong