Pasien Covid-19 Makin Tinggi, Ruang Isolasi Hampir Penuh

Delapan Pasien Meninggal Selama Februari

PASIEN:Pihak Nakes saat membawa pasien yang meninggal di RSUD Praya, kemarin (Ist)

PRAYA — Jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya semakin mengalami peningkatan. Sehingga pihak RSUD semakin kualahan mengingat lokasi isolasi ditempat tersebut terbatas. Belum lagi diperparah dengan kondisi perawat yang juga sangat terbatas tidak sebanding dengan jumlah pasien yang terus meningkat.

Humas RSUD Praya Dr Yudha Permana menegaskan bahwa saat ini memang ada 23 pasien yang dilakukan isolasi. Dimana pihak RSUD Praya memiliki 34 bet atau tempat tidur yang sebelumnya kapasitas awal bisa menampung pasien hingga 36. Hanya saja, jika dilihat dari kondisi saat ini dikhawatirkan beberapa hari kedepan sudah full untuk ruang isolasi ini.

“Kita juga sediakan 15 ruang khusus untuk pasien yang sedang hamil, jadi sekarang hampir penuh dan tersisa sekitar tiga atau empat bat atau lokasi. Tiap hari ada pasien masuk sehingga kalau itu tetap terjadi sedangkan pasien yang dirawat masih ada dalam perawatan dan belum bisa dipulangkan maka jelas akan full,”  ungkap Humas RSUD Praya Dr Yudha Permana kepada Radar Lombok, Sabtu kemarin (27/2)

Pihaknya menegaskan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan lokasi isolasi tambahan dan diharapkan bisa selesai dan digunakan Senin (hari ini,red). Dimana mereka menambahkan lima ruangan dengan 10 bat yang disiapkan disebelah ruang isolasi saat ini.

“Kita juga butuh penambahan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena saat ini rasio pasien dan perawat tidak imbang dan kita kekurangan SDM, makanya kita akan merekrut beberapa petugas Nakes yang ada di RSUD yang siap ikut terlibat menjadi Nakes khusus untuk menangani masalah Covid-19,”terangnya.

Yudha menegaskan sebelumnya ada 14 perawat yang khusus dalam menangani Covid-19, jumlah ini dianggap sangat kurang ketika 14 perawat ini dibagi menjadi tiga sip atau bagian setiap harinya yakni untuk pagi, siang dan malam. Sehingga, RSUD membutuhkan sekitar 14 Nakes lagi yang menangani Covid-19 ini.

“Kalau sebelumnya dalam satu sip hanya ada tiga sampai empat orang perawat artinya satu orang perawat akan mengurus enam sampai tujuh pasien dan ini sangat tidak ideal. Karena maksimal itu satu perawat melayani empat pasien, makanya kita sangat kekurangan tenaga khususnya perawat. Tapi ini kita sudah diberikan tambahan SDM dari sisi nakes perawat dan bidan,”ungkapnya.

Pihaknya menegaskan tambahan tenaga ada 16 orang dengan perincian tenaga bidan 9 orang dan perawat 7 orang termasuk. Sehingga  total  tenaga yang ada saat ini ada 30 orang ditambah bagian administrasi satu orang. “Kalau dokter sepesialis tentu kita maksimalkan apa yang ada. Dimana ada 3 dokter sepesialis penyakit dalam kemudian satu sepesialis anak tapi dokter umum yang jaga ini kita yang kurang,”terangnya.

Ditegaskan bahwa dengan banyaknya pasien yang dilakukan isolasi ini memang membuat pihak RSUD Praya menjadi kelimpungan. Terlebih sebelumnya mereka pernah juga melakukan rujukan pasien ke rumah sakit lain tapi itu sangat sulit, karena ruang isolasi di RS lain juga sudah ful dan fasilitas RS juga terbatas.

“Solusinya memperbaiki fasilitas pelayanan yang kita miliki untuk bisa menunjang bagi pasien, apalagi sampai dengan saat ini selama Februari ini sudah ada delapan pasien yang meninggal,”tegasnya.(met)