Pasien Bayi 3 Bulan dan 6 Tahun Positif Corona, Kondisinya Membaik

BERJIBAKU: Para tenaga medis di RSUD Kota Mataram terus berjibaku melawan dan mengobati pasien corona. (SUDIR/RADAR LOMBOK)
BERJIBAKU: Para tenaga medis di RSUD Kota Mataram terus berjibaku melawan dan mengobati pasien corona. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kondisi pasien 234, bayi laki-kali dengan inisial BM, usia 3 bulan dari Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona, dan pasien nomor 235, ZZM, bocah perempuan berusia 6 tahun, yang saat ini tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram, kondisinya semakin membaik.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengatakan, sejak awal masuk 2 Mei lalu, kondisi kedua pasien itu mulai membaik. Menurutnya, saat ini penyebaran virus sudah tidak padang usia lagi, semua bisa terpapar. “Seperti kasus bayi dan satu bocah, yang karena kontak erat sama ibunya yang positif. Makanya isolasi digabung,” katanya, kepada Radar Lombok, Senin kemarin (4/5).

Disampaikan, pertama memang dilematis menghadapi pasien yang masih bayi. Terutama ketika ibunya terdiagnosa positif. Masalahnya bayi masih membutuhkan ASI (air susu ibu), sementara ibunya lagi positif Covid-19. “Dari segi kemanusian, anak ini butuh nutrisi dari ASI, sehingga kita merawat gabung antara ibu dan bayi,” jelasnya.

Untuk kedua pasien, saat ini kondisinya sudah mulai ada peningkatan. Demikian kondisi pasien di ruang isolasi, rata-rata sudah membaik. “Khusus anak, LPA NTB langsung merespon. Kita sempat menitipkan ada yang umur satu tahun. Kami tetap melakukan rawat gabung. Karena ini suplai nutrisi dari ASI, kecuali anak yang sudah lepas dari ASI,” jelasnya.

Dikatakan dr Jack, sapaan akrabnya, sekarang ini penyebaran virus dari berbagai klaster ada transmisi lokal, dan vertikal trasmisi antara ibu dan bayi. Kalau klaster bisa kita sampingkan dulu, transmisi lokal ini yang kita garap. “Saya minta masyarakat harus jujur, karena kalau tidak jujur akan jadi beban bersama. Tetap ikuti imbauan pemerintah,” tegasnya.

Terpisah Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi juga mengimbau masyarakat, untuk terus mematuhi aturan pemerintah yang sudah dikeluarkan. “Mari secara bersama-sama memutus penyebaran virus corona. Saat ini peran bersama sangat dibutuhkan untuk memutus penyebaran virus corona,” singkatnya. (dir)