Pasar Tradisional Semrawut dan Kumuh

????????????????????????????????????

MATARAM-Kondisi pasar tradisional di Kota Mataram  tidak terawat sehingga kelihatan semrawut akibat kotor dan banyaknya pedagang yang berjualan di fasilitas umum (fasum), serta fasilitas kontainer sampah yang masih kurang.

 Kondisi pasar yang semrawut, sangat disayangkan  anggota Komisi II DPRD kota Mataram Misban Ratmaji, saat  ini Diskoperindang sudah tidak mampu lagi melakukan penataan pada pasar tradisional di Kota Mataram. ‘’ Semuanya pasar hampir sama 13 pasar tradisional di Kota Mataram semrawut dan kumuh, banyak fasilitas yang perlu dibenahi sehingga ke depan kondisi pasar lebih baik lagi seperti perbaikan sistem penarikan retribusi,  pengelolaan sampah hingga penataan fasilitas umum, serta Sumber Daya Manusia (SDM) kepala pasar,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin.

Politisi PKPI,  melihat banyak masih banyak kekurangan dan perlu dibenahi.  Apalagi target pendapatan asli daerah (PAD)  tahun 2016 menjadi Rp 2,8  miliar.  Kalau kondisi seperti masyarakat tidak nyaman lagi berlanja ke pasar tradisonal, sehingga berdampak pada PAD Kota Mataram.

Ia memberikan contoh, seperti pasar Perumnas yang sempat diambil  gambar melalui ponselnya. Kondisi  pasar yang kumuh, serta tidak tertata tempat berjualan. Padahal pasar ini, salah satu pasar yang jadi tujuan masyarakat sekitar. ‘’ Ni lihat saya sempat ambil gambar, tiga hari lalu. sampah numpuk sampai sekarang,’’ ucap Misban.

BACA JUGA :  Pedagang Pasar Mandalika Keluhkan Sampah

Menurutnya, perlu langkah cepat pemerintah daerah maupun Diskpoerindang untuk melakukan pembenahan. Salah satunya, pembenahan pada pengelolaa pasar. Dari kepala pasar sampai bawahanya, serta perlu trobosan baru dalam penataan pasar tradisonal.  Jangan berbicara soal retribusi yang akan meningkat, tapi penataan yang perlu dikedepankan.

Seperti lahan parkir saja di pasar saat ini, banyak yang tidak memiliki sehingga areal fasum digunakan sebagai lahan parkir. ‘’Kita harapkan , ada gerakan baru. Jangan sampai juga ada kebocoran retribusi terjadi di pasar,’’ pungkasnya.

Anggota Dewan lainya, Herman juga meminta  penataan pasar tradisional dikedepankan. Karena ini, salah satu tempat trasaksi jual beli bagi masyarakat Kota Mataram. ia berharap  fasilitas publik diutamakian, apalagi di beberapa pasar saat ini belum ada areal bermain bagi anak-anak. ‘’ Kita harapkan kondisi kebersihan juga tetap diprioritaskan, sehingga pembeli dan pedangang merasa nyaman,’’ katanya. (dir)