Pasar Seni Sayang-Sayang Mati Suri

Pasar Seni Sayang-Sayang
PASAR SENI SEPI: Nampak suasana keseharian Pasar Seni Sayang-Sayang, di Jalan Jenderal Sudirman, yang sepi dari para pengujung. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Angka kunjungan wisatawan ke pulau Lombok turun drastis. Sehingga hal ini juga berdampak pada Pasar Seni Sayang-Sayang. Dimana kalau sebelumnya Pasar Seni Sayang-Sayang yang juga menjadi salah satu obyek wisata yang paling banyak di kunjungi para wisatawan, saat ini kondisinya benar-benar sepi pengunjung. Pedagang yang ada di sana seperti mati suri. Mereka terlihat duduk ngobrol menikmati kesepian pasarnya.

Salah satu pedagang, H Mastur menuturkan, keberadaan pasar seni ini semakin suram. Karena tidak ada perhatian pemerintah selama ini untuk promosi pariwisata. Apalagi sejak ada gempa Lombok, kunjungan wisatawan turun drastis.

BACA JUGA: Pelajar Diminta Tidak Rayakan Valentine

“Sudah lama, tapi pemerintah tidak ada respon selama ini, sehingga pengujung sepi. Bahkan sudah ada yang tidak bisa berjualan karena keterbatasan modal,” kata Mastur Kepada Radar Lombok, Rabu kemarin, (13/2).

Pantauan Radar Lombok di lokasi, tampak beberapa los pasar sepi dari pengujung. Pedangang hanya duduk-duduk saja di los pasar mereka, dan tidak ada satupun pengujung yang datang membeli.

Dikatakan Mastur, saat ini ada beberapa pedagang yang lebih memilih untuk tutup. Karena tidak sebanding dengan modal yang mereka keluarkan. Belum lagi biaya sewa dari los pasar seni yang dikelola pemerintah setiap tahun naik. “Sewa mahal, pembeli tidak ada, promosi juga tidak ada,” sesalnya seraya menyampaikan, pengelolaan pasar seni dibawah Dinas Pariwisata Kota Mataram ini, terkesan tidak pernah ada perhatian serius.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, I Made Swastika Negara mengatakan, untuk program awal tahun 2019 obyek wisata seperti Pasar Seni Sayang-Sayang, akan di isi dengan pagelaran untuk meramaikan dan menghidupkan kembali. “Kita coba hidupkan kembali, supaya tidak mati suri. Sudah masuk dalam program tahun ini,” katanya.

Pihaknya juga telah menyusun program jangka panjangnya untuk menghidupkan kembali Pasar Seni Sayang-Sayang. Awalnya ada wacana akan dibangun Kantor Dispar Kota Mataram. “Jangka pendek saya coba membersihkan kawasan objek wisata ini. Minimal bersih dahulu, baru meningkatkan kunjungan. Promosi juga akan terus dilakukan,” janjinya.

BACA JUGA: Menjaga Keunikan Bangunan Kota Tua Ampenan

Sedangkan untuk pembangunan Kantor Dispar di kawasan Pasar Seni Sayang-Sayang belum bisa dipastikan, karena sifatnya masih usulan. Sejak tahun 2017 lalu, ada usulan Rp 5 miliar untuk pembangunan kantor baru.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Lalu Suriadi mengatakan, untuk membangkitkan kunjungan pariwisata ke Kota Mataram harus dilakukan melalui pembenahan program, serta beberapa even menarik. “Kita minta objek wisata di Kota Mataram harus diselamatkan. Jangan sampai mati suri,” pintanya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid