Pasar Rakyat Diminta Sasar Kantung Kemiskinan

MATARAM – Pemkot Mataram menggelar pasar rakyat untuk meringankan beban masyarakat karena naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Masalahnya, pasar rakyat belum bisa menekan harga kebutuhan yang masih tinggi.

Pengamat ekonomi, Dr. Firmansyah, mengatakan, operasi pasar atau pasar rakyat kurang optimal menekan harga. Memang secara tidak langsung ada dampaknya, tetapi tidak dirasakan oleh masyarakat luas. Yang merasakannya hanya masyarakat yang ada dan tinggal di sekitar lokasi pasar rakyat.  Yang dapat juga adalah mereka yang punya uang. Semua warga, asalkan punya uang, berhak membeli bahan kebutuhan pokok yang sediakan distributor. “ Kalau ingin membantu masyarakat, langsung saja menyentuh kantung kemiskinan yang ada di Mataram,” ungkapnya kepada Radar Lombok kemarin.

Selama bulan puasa harga-harga kebutuhan memang naik, hal ini terjadi karena tingginya  permintaan. Tingginya permintaan ini bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga banyak para pedagang dadakan yang sebelumnya  tidak berjualan memilih berjualan barang kebutuhan yang sama. Saat  harga-harga terus melambung tinggi sikap pemerintah yang berusaha antisipasi harga ini memang cukup bagus, tetapi kadang kebijakan yang ambil salah sasaran. Misalnya dari pelaksanaan OP yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu justru yang disasar adalah para pedagang bukan langsung ke masyarakat. “Pelaksanaan OP masih ada yang salah sasaran,” ungkapnya.

Karena yang disasar pedagang, para pedagang tentu akan menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal. Sementara pengawasan dari pemerintah tidak maksimal.”Untuk menekan harga bisa-bisa saja dilkakukan OP, cuma jangan sampai salah sasaran," tegasnya.

Pasar rakyat yang dilakukan di lokasi-lokasi tertentu juga tidak menjamin pembelinya adalah masyarakat miskin. Apalagi pembeli tidak menggunaka kupon, jelas ketika pemerintah memberikan dengan harga murah, maka hanya masyarakat yang memiliki uang banyak yang bisa membeli. Atau bisa jadi beberapa pembeli yang ada di pasar rakyat justru mereka yang memiliki kios.”Siapa yang pantau dalam posisi seperti ini,” ungkapnya.

Ia menyarankan kalau memang mau melakukan kegiatan OP atau pasar rakyat, sebaiknya langsung menyasar kantung kemiskinan yang ada di Mataram.” Perlu ada evaluasi lagi dari pelaksanaan OP dan pasar rakyat sudah digelar agar tepat sasaran,” pungkasnya.(ami)

BACA JUGA :  Pasar Murah, Perindag Gantung BUMN dan BUMD