Pasar Mandalika, Role Model Pasar Sesuai SOP Covid-19

Pasar Mandalika
Pasar Tradisional Mandalika Terapkan Sesuai SOP Covid-19.

MATARAM – Pasar tradisional Mandalika menjadi role model pasar di NTB sesuai SOP protokol pencegahan Covid-19. Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati yang meninjau langsung penataan lapak pasar, mengingatkan kepada sejumlah pedagang agar tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, dalam pencegahan pandemi Covid-19.

Ditengah wabah ini, selain memastikan pencegahan dan penanganan Covid-19 dapat berjalan efektif, kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat tidak boleh lumpuh. Sehingga pasar sebagai salah satu tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tempat berkumpulnya orang banyak juga harus ditata sedemikian rupa.

Gubernur Doktor Zul, disela berbelanja dan meninjau sejumlah kebutuhan pokok di pasar Mandalika, mengingatkan pedagang untuk terus mengembangkan usahanya serta terus memproduksi barang kebutuhan masyarakat. Asalkan tetap memperhatikan seluruh himbauan pemerintah dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jangan lupa pakai masker ibu,” kata Gubernur mengingatkan kepada salah satu pedagang, Rabu pagi (6/5).

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB  H Fathurrahman menjelaskan, lapak pasar berjarak fungsinya memberikan ruang dan jarak aman kepada pedagang dan pembeli ditengah wabah Covid-19.

Menurutnya, pasar merupakan tempat vital yang riskan. Banyak orang berkerumun untuk membeli kebutuhan pokok, apalagi di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, tata cara berdagang dan berbelanja di pasar harus diperketat.

“Pengaturan lapak dengan jarak 1-2 meter ini, upaya pemerintah dalam menjaga masyarakatnya dari penyebaran pandemi Covid-19,” kata Fathurrahman.

Selanjutnya secara teknis ada tim yang telah dibentuk antara Pemkot Mataram dan Provinsi NTB yang terdiri dari Satpol PP dan petugas dari Dinas Perhubungan yang akan menata dan menjaga lokasi lapak ini.

Namun diakuinya, rata-rata omzet penjualan pedagang pasar berkurang, seiring berkurangnya pembeli yang mengunjungi pasar. Akan tetapi dinas perdagangan mengantisipasinya dengan menyediakan fasilitas layanan pasar tradisional online. Sistem ini membantu pedagang dan pembeli untuk tetap bisa melakukan transaksi jual beli secara virtual, sehingga transaksi ekonomi tetap bisa dilakukan sambil kita tetap disiplin melakukan physical distancing. Ia juga memastikan bahwa layanan ini dapat diakses dengan mudah serta dengan harga yang terjangkau.

“Harga murah dan diantar langsung kerumah pembeli,” kata Fathurrahman.

Secara bertahap, konsep lapak berjarak ini akan terus diterapkan pada sejumlah pasar tradisional di NTB, dalam upaya terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Turut hadir dalam peninjauan pasar ini, Danrem 162/WB, Kasat Pol PP, Kadis Pertanian, Kadis Perhubungan, Karo Humas, Kadis Kominfo NTB dan sejumlah pejabat Pemkot Mataram. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid