Pasar Ikan Tanjung Luar Kumuh

Pasar Ikan Tanjung Luar Kumuh
PASAR KUMUH: Tampak Pasar Ikan Tanjung Luar yang kumuh dan kotor. Apalagi pada saat musim hujan, maka pasar ikan akan tambah jorok dan becek. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pasar Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), hingga kini belum juga dilakukan perbaikan oleh pemerintah. Padahal, Pasar Tanjung Luar merupakan salah satu pasar ikan yang setiap hari ramai dikunjungi oleh masyarakat. Namun pasar ikan yang seharusnya bersih ini selalu terlihat kotor, apalagi pada saat hujan turun.

“Rencananya kita akan mengundang manajemen Tempat Penjualan Ikan (TPI) yang ada di Tanjung Luar untuk mengatasi bagaimana caranya agar pasar ikan yang merupakan tanggung jawabnya itu bisa bekerja sama membersihkan pasar ini,” kata Kepala Desa (Kades) Tanjung Luar, Mukti Ali, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (11/7).

Jika permasalahan kebersihan yang ada di wilayah TPI ini akan diserahkan ke pemerintah desa, tentunya harus ada partisipasi pihak TPI. Sehingga permasalahan kumuh tidak terjadi lagi di wilayah Tanjung Luar.

Pasalnya, ketika terdapat kumuh di beberapa titik, maka yang akan menanggung beban adalah desa itu sendiri. ”Bagaimana caranya agar TPI ini menjadi bersih, maka kita berencana akan memanggil TPI besok (hari ini, red) untuk membahas masalah ini,” ujar Kades.

Disampaikan, dalam peraturan desa yang sudah diatur sejak periode kemarin, dari retribusi ikan box, maka kesepakatan kami dengan pihak pengusaha dan TPI, retribusi yang masuk ke desa sebanyak Rp 3000. Namun dalam pelaksanaannya kurang dari Rp 2000 saja. “Jadi jelas tidak sesuai dengan kesepatakan dan peraturan desa yang ada,” paparnya.

Tidak hanya itu, nelayan-nelayan yang ada di Tanjung Luar saat ini terjadi penarikan yang tidak jelas. Pasalnya, saat ini banyak masyarakat yang melapor kalau di TPI masyarakat sering diambil ikannya. Untuk memperjelas permasalahan ini sambungnya, pihaknya juga akan langsung mempertanyakan laporan –laporan masyarakat tersebut.

Selain itu lanjutnya, untuk mengatasi kekumuhan yang terjadi di wilayah Tanjung Luar, pihaknya juga akan meminta partsipasi Desa Maringkik. Mengingat selama ini nelayan Desa Maringkik hanya datang ke Desa Tanjung Luar untuk sekedar datang membawa sampah.

”Kita dengan Desa Maringkik kan beda wilayah. Jadi tentunya kita akan meminta partisipasi untuk Desa Tanjung Luar. Tapi kita tidak meminta partisipasi ke masyarakat, hanya meminta partisipasi melalui TPI. Jadi akan jelas,” bebernya.

Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak TPI dan beberapa orang yang terlibat, maka ini kemudian akan disiarkan ke masyarakat luas. Sebagaimana visi desa untuk menjunjung tinggi transparansi dalam pembanguan dan penggunaan anggaran.

”Tapi yang terjadi saat ini, Desa Tanjung Luar hanya difungsikan sebagai jalan lewat saja. Sementara yang mendapat hasilnya orang lain, dan desa hanya disisakan sampah,” keluh Kades.

Sedangkan Inaq Ica, salah satu pedagang ikan yang setiap hari berjualan di Pasar Ikan Tanjung Luar juga mengaku kecewa dengan keadaan pasar yang tidak kunjung diperbaiki. Padahal, pasar ikan yang dia tempati merupakan salah satu pasar yang menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Timur.

“Jika dibandingkan dengan pasar lain, Pasar Tanjung Luar merupakan pasar yang paling kumuh, yang disebabkan dengan minimnya perhatian pemerintah,” kritik Inaq Ica.

Apalagi Pasar Ikan Tanjung Luar berada di jalur pariwisata, yang berada di jalur strategis dan menjadi ikon wisata yang seharusnya dikembangkan. Namun kenyataanya, hingga saat ini belum ada sentuhan maksimal yang diberikan pemerintah kepada para pedagang.

Padahal, setiap hari para pedangang dipungut uang oleh petugas pasar sebesar Rp 3000, dimana uang itu katanya sebagai pendapatan. Namun hingga kini pasar masih saja kumuh. “Lihat saja ini, pasarnya sangat kumuh. Sampah beserakan dimana mana. Kalau kita (pedagang, red) tidak menimbun sendiri, maka kita akan berdagang di tempat yang kotor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Tempat Penjualan Ikan (TPI) Desa Tanjung Luar ketika hendak dikonfirmasi Radar Lombok, tidak ada satupun petugas yang berada di kantornya. (cr-wan)