Pasar Hewan Dibuka Paksa, Puluhan Ternak Positif PMK

DIBUKA PAKSA: Pasar hewan ternak Batunyala Kecamatan Praya Tengah dibuka paksa oleh warga meski PMK masih meruak. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAPembukaan paksa pasar hewan Batunyala Kecamatan Praya Tengah kembali dilakukan para pedagang, Sabtu (30/7) lalu. Bahkan, warga memaksa masuk kendaraan pengangkut hewan ternak ke dalam pasar tanpa mengindahkan arahan petugas untuk menutup sementara pasar hewan tersebut.

Keterbatasan petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah juga tidak bisa membendung kehadiran para pedagang hingga pasar hewan tersebut terpaksa dibuka. Petugas kemudian memeriksa hewan ternak di pasar tersebut dan menemukan ada puluhan hewan ternak positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Distanak Lombok Tengah, Taufikurrahman Puanote mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar masyarakat tidak membuka paksa pasar hewan tersebut. Tapi masyarakat tetap ngotot beraktivitas hingga harus dicarikan solusi secepatnya. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rapat koordinasi menyikapi aktivitas warga di pasar hewan ini. “Hari ini (Sabtu, 30 Juli) terjadi penyerobotan ke pasar hewan Batunyala. Para pedagang tetap masuk dan malahan beberapa pedagang menarik kendaraan yang sudah keluar dari pasar untuk disuruh masuk lagi. Kendaraan pengangkut hewan yang awalnya takut masuk akhirnya berani masuk karena disuruh masuk oleh warga,” ungkap Taufikurrahman Puanote kepada Radar Lombok, Sabtu (30/7).

Baca Juga :  Siswa Baru SMPN 6 Jonggat Hanya Empat Orang

Taufik sendiri mengaku, petugas tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, dinas tidak di-backup aparat kecuali satu orang anggota Babinsa. Karena itu, pihaknya akan segera rapat koordinasi dengan pihak untuk meminta dukungan petugas untuk menyikapi aktivitas pasar hewan ini. “Jadi nanti kita koordinasi dengan ketua Satgas PMK, apakah mau ditutup lagi atau dibuka pasar hewan ini. Kemarin sudah kita periksa dan ditemukan sekitar 32 ekor yang positif. Makanya ini yang menjadi bahan pertimbangan kita juga untuk membuka pasar hewan ini untuk sementara waktu,” tambahnya.

Teknisnya, jelas dia, Distanak dan Satgas akan melihat angka kasus PMK di sekitar pasar hewan, apakah angka PMK menurun atau justeru sebaliknya. Jika nantinya ada penurunan, maka tidak menutup kemungkinan pasar hewan ini akan dibuka. “Sekarang 2800 hewan ternak masih sakit. Jumlah PMK kita juga mengalami naik turun,” tambahnya.

Baca Juga :  Hamili ‘Janda Saudi’, Kades Darek Dipenjara

Taufik menambahkan, pihaknya sudah menempatkan tim medis hewan ternak di pasar hewan Batunyala. Mereka menemukan sejumlah hewan yang positif PMK berasal dari Sakra Timur Lombok Timur 1 ekor kerbau positif,  Desa Bilelando 6 ekor kerbau, Mangkung 1 ekor sapi, Batujangkih 9 ekor sapi, Montong Sapah ekor 2 sapi, Tumpak Pujut 1 ekor sapi, Prabu ekor 7 sapi, Mertak ekor 1 sapi, Sekaroh Lombok Timur 3 ekor sapi, Sereneng 2 ekor sapi, Truwai 2 ekor sapi, Sengkol 2 ekor sapi, Jerowaru 2 ekor sapi. ‘’Untuk sementara, sapi- sapi yang berasal dari Lombok Tengah akan ditelusuri tim dari dinas. Sedangkan yang berasal dari luar daerah akan disampaikan ke dinas yang menangani peternakan atau otoritas kawasan di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (met)