Partisipasi Orang Tua Terhadap Pembelajaran Daring Anak

Rahmatulloh Mahasiswi Jurusan PIAUD UIN Mataram. (IST/RADAR LOMBOK)

Oleh Rahmatulloh Mahasiswi Jurusan PIAUD UIN Mataram

Pandemi covid-19 telah mengubah kebiasaan belajar tatap muka antara pelajar dengan guru menjadi belajar dalam jaringan (daring).

Pembelajaran yang kerap dilakukan dari rumah itu pun menuntut anak untuk fokus dan mampu paham dengan apa yang disampaikan guru dari jarak jauh itu.

Nah, di situlah peran orang tua untuk memberikan partisipasi dalam pembelajaran anak, baik selama belajar daring berlangsung atau setelahnya. Di mana orang tua dituntut mampu menyampaikan kembali materi-materi yang didapatkan anak, serta mampu membuat anak memahami konsep materi yang diberikan guru.

BACA JUGA :  Indahnya Ramadan di Kota Tarim

Di samping juga orang tua bisa memotivasi anak, dengan memberikan semangat yang kuat. Dan orang tua juga hendaknya mampu menjadi teman yang baik dalam menumbuhkan semangat belajar anak, serta mampu membimbing anak memecahkan masalah saat pembelajaran  daring.

Guswarti & Suwelah (2019) telah mendapati orang tua memiliki peran yang sangat penting dan mampu mengembangkan rasa percaya diri anak walaupun sebagaian kecil masih ada yang mendampingi.

BACA JUGA :  Pengasuhan dan Rasa Bersalah yang Berlebihan

Oleh karena itu, meskipun pembelajaran diadakan jarak jauh dari rumah, orang tua bisa mengupayakan agar anak-anaknya tetap menjalankan aktivitas belajar yang sama dengan ketika di sekolah. Caranya yakni ikut berpartisipasi dalam pembelajaran. Tentunya dengan tetap memberi kenyamanan agar anak tidak merasa takut. (**)