Partai Berkarya Siap Berikan Warna pada Pilkada 2020

Lalu Indra Jaya
Lalu Indra Jaya

MATARAM — Sebagai partai baru, Partai Berkarya terbilang sukses mengawali start di Pileg 2019, khususnya di NTB. Cukup banyak kader yang berhasil lolos ke DPRD. Pada Pilkada 2020, Partai Berkarya pun punya kesempatan untuk bisa menjadi partai pengusung pertama kali. Karena syarat bisa mengusung pasangan calon adalah terpenuhi sejumlah kursi di DPRD, baik oleh satu parpol maupun gabungan parpol.

Guna menyambut Pilkada serentak 2020, Partai Berkarya bakal membuka penjaringan bakal calon kepala daerah. Adapun tujuh daerah yang ikut pilkada 2020 yakni Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima. Tapi dari tujuh daerah itu, Berkarya tidak meraih kursi DPRD di Lombok Utara dan Sumbawa. “Hanya dua daerah itu saja kita tidak meraih kursi,” kata Sekretaris DPD Partai Berkarya NTB, Lalu Indra Jaya, Senin (14/7) kemarin.

Untuk Kota Mataram sendiri Berkarya berhasil meraih 1 kursi, Lombok Tengah 2 kursi, Sumbawa 1 kursi, Dompu 1 kursi, dan Kabupaten Bima 1 kursi. Raihan kursi yang minimalis ini menjadi modal besar bagi Berkarya pada Pilkada 2020. “Berkarya siap mewarnai dinamika politik di Pilkada serentak 2020,” katanya.

BACA JUGA: Ketua dan Anggota KPU RI Terbukti Langgar Kode Etik

Sebagai upaya mencari dan menjaring putra putri terbaik untuk di usung di pilkada, Partai Berkarya bakal membuka penjaringan bakal calon kepala daerah. Siapa pun kader dan non kader yang berhasrat maju di pilkada, dipersilakan mendaftarkan diri. Terkait waktu pembukaan pendaftaran, masih menunggu arahan DPP. “Kita tunggu juklak (petunjuk pelaksanaan) dari DPP,” terangnya.

Ia memastikan, Partai Berkarya akan mengusung figur yang punya kompetensi mumpuni dan rekam jejak baik, serta dikehendaki masyarakat. “Berkarya akan selektif dalam menentukan arah dukungan,” imbuhnya, sembari memastikan tidak ada mahar politik dalam penjaringan.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid MA, menilai, kontestasi di Pilkada serentak 2020 menjadi uji eksistensi bagi parpol baru. Parpol baru akan berusaha memunculkan berbagai manuver politik untuk bisa memberikan warna bagi dinamika politik di daerah.

Jika parpol baru itu berhasil memenangkan paslon yang diusung di pilkada, tentu akan memperkuat eksistensi parpol baru itu. “Ini akan menambah rasa percaya diri bagi parpol baru,” pungkasnya. (yan)