Parpol Ragukan Hasil Survei OMI

Muhammad Akri (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sejumlah partai politik meragukan hasil survei yang dirilis Olat Maras Institute (OMI) bekerja sama dengan MY Insitute terkait popularitas dan elektabilitas partai politik (parpol) di NTB tahun 2024.

Di antaranya, PPP mengaku meragukan kredibilitas hasil survei yang dirilis itu. Dalam survei yang dirilis menempatkan PPP di urutan ke 9 raihan suara di Dapil Pulau Lombok sehingga berpotensi tak mendapatkan kursi DPR RI. “Kita ragukan hasil survei itu,” kata Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (18/1).

Akri mengaku, pihaknya tidak mau ambil pusing dengan berbagai survei yang menempatkan PPP tidak bisa memenuhi parliament threshold 4 persen pada pemilu 2024.

Pihaknya tetap optimistis bisa memenuhi PT 4 persen itu. Khusus untuk Dapil Pulau Lombok DPR RI, dari hasil kajian internal pihaknya tetap akan bisa meraih kursi DPR RI. Bahkan, dengan kapasitas elektoral caleg PPP untuk DPR RI Dapil Pulau Lombok, pihaknya berpotensi mendapatkan dua kursi.

Tiga caleg potensial DPR RI Dapil Pulau Lombok yakni petahana Hj Wartiah, Mantan Anggota DPR RI Hj Ermalena dan TGH Hazmi Hamzar. “Dan semua sudah tahu kemampuan elektoral dan popularitas dari tiga bacaleg PPP itu,” terang Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB ini.

Ia menuturkan, pada Pemilu 2019 lalu, pihaknya juga diprediksi tidak bisa memperoleh kursi di Dapil Pulau Lombok. Namun kenyataannya, PPP berhasil menempatkan Hj Wartiah sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok. Sehingga pihaknya tidak terlalu risau.

Partai Gelora sebagai parpol pendatang baru juga nampak masih sulit bersaing dengan parpol lama. Partai Gelora sebagaimana hasil survei OMI relatif sulit untuk bisa merebut kursi DPR RI dari NTB, baik Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Baca Juga :  Vonis Enam Bulan, Nasib Wawali Kota Bima Tergantung DPRD

Namun demikian, Ketua DPW Partai Gelora NTB Lalu Pahroruzi juga meragukan survei OMI. Partai Gelora yakin dengan kualitas baceleg DPR RI Gelora. Misalnya, di Dapil Pulau Sumbawa akan diturunkan Wakil Ketua Umum DPN Fahri Hamzah. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu sudah langganan jadi Anggota DPR RI dengan raihan suara cukup tinggi. “Dan kita percaya dengan kemampuan mesin partai dan dipadukan dengan elektoral caleg. Kita bisa meraih kursi,” tandasnya.

Partai NasDem pun diprediksi tidak akan lagi memperoleh kursi untuk DPR RI Dapil Pulau Lombok sebagai hasil survei OMI tersebut. Partai NasDem NTB mengaku akan membuktikan bahwa hasil survei OMI itu meleset. “Dua kali pemilu, Partai NasDem selalu dapatkan kursi Dapil Pulau Lombok untuk senayan,” ujar pengurus DPW Partai NasDem NTB Wahidjan.

Bahkan, pihaknya akan bekerja maksimal agar Partai NasDem bisa meraih kursi DPR RI Dapil Pulau Sumbawa.

Sementara itu, Ketua Bidang OKK DPD Partai Gerindra NTB Sudirsah Sujanto mengatakan, hasil survei OMI akan jadi pemacu Partai Gerindra di NTB untuk bisa mempertahankan raihan kursi di Dapil Pulau Sumbawa. Hasil survei OMI menempatkan Partai Gerindra tidak lagi memperoleh raihan kursi. “Tentu ini jadi pemacu semangat mempertahankan kursi di Dapil Pulau Sumbawa,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Perindo NTB Lalu Atharfathillah menanggapi santai soal hasil survei tersebut. Dalam survei OMI itu kata dia, disebutkan bahwa salah satu indikator yang digunakan adalah dengan melihat kinerja dari Anggota DPR RI. Sementara Partai Perindo tidak memiliki raihan kursi untuk DPR RI saat ini. Namun demikian, pihaknya akan menjadikan hasil survei OMI itu sebagai motivasi. “Kami tetap optimis Perindo akan bisa meraih kursi senayan dari dapil NTB,” pungkasnya.

Baca Juga :  IJU Tepis Tak Akur dengan Sukiman

Dalam survei OMI bekerja sama dengan MY Institute, bahwa untuk Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, pada tahun 2019 lalu diwakili oleh 3 parpol, yaitu Gerindra, PKS, dan PAN. Namun, hasil survei menjelang tahun 2024 kontestasi politik ada perubahan sedikit, di mana PAN dengan angka keterpilihan mencapai 18,3 persen pada seluruh masyarakat Pulau Sumbawa, disusul oleh NasDem 16,5 persen dan terakhir PKS sejumlah 12,8 persen keterpilihan oleh seluruh masyarakat Pulau Sumbawa. Sedangkan urutan keempat dan kelima disusul oleh PDI-P dan Golkar. Gerindra yang dahulunya urutan pertama berada pada posisi keenam.

Kemudian pada Dapil NTB 2 pada tahun 2019 lalu diwakili oleh 8 partai politik, di antaranya Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PDI-Perjuangan, PKB, Demokrat dan NasDem pun mengalami beberapa rotasi. Dari hasil survei ada yang lolos parlemen ada juga yang keluar. Dari hasil survei menjelang tahun 2024 ini masyarakat memilih Gerindra 12,5 persen dari seluruh masyarakat Pulau Lombok, PKS 12,3 persen, PDI-P 12 persen, Golkar 9,3 persen, PAN 9,3 persen, PKB 5 persen, Demokrat 4,5 persen, dan Hanura 3,8 persen.

Sedangkan di urutan kesembilan terdapat PPP, dan Partai Buruh urutan kesepuluh. Dari hasil survei tersebut yang sebelumnya PPP pada urutan keempat tahun 2019, saat ini berada pada urutan kesepuluh, sedangkan Partai NasDem yang pada tahun 2019 pada urutan kedelapan, dari hasil survei saat ini pada urutan kesebelas. Namun, nasib baik saat ini PAN yang pada tahun 2019 lalu tidak mendapatkan kursi, saat ini berada pada urutan kelima, begitu juga Hanura yang saat ini berada pada urutan kedelapan. (yan)

Komentar Anda